Crispy

Wuhan Kini Berjuluk ‘Zombieland’

Wuhan — Virus Wuhan, kini disebut 2019-nCoV, berpotensi menfinfeksi 350 ribu warga kota tempat virus itu berasal. Di Wuhan, penduduk menjuluki kota mereka yang indah sebagai zombieland.

Dr Jonathan Read, peneliti biostatistik di Lancaster, menulis kepada rekannya bahwa bulan depat — tepatnya pada 4 Februari — virus akan mengeinfeksi 250 ribu orang di Wuhan. Jumlah yang lebih besar bisa mencapai 351 ribu.

“Jika tidak ada perubahan dalam pengawasan dan transmisi, kami memperkirakan wabah akan menjalar ke kota-kota di luar Propinsi Hubei,” kata Rea kepada The Sun.. “Virus juga akan terus diekspor ke luar negeri.”

Kota-kota yang dimaksud adalah Shanghai, Beijing, Guangzhou, Chongqing, dan Chengdu. Kota-kota ini akan menjadi pengekspor virus ke Thailand, Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Di media sosial, beredar video tak bisa diverifikasi yang memperlihatkan suasana Wuhan beberapa hari terakhir. Penduduk Wuhan putus asa, dan menyebut kota mereka Zombieland.

RS Wuhan dipenuhi penduduk yang meminta pengujian. Lorong-lorong rumah sakit dipenuhi pasien yang tergetak begitu saja, dengan petugas medis mengenakan pelindung lalu-lalang.

Video diedarkan di Weibo, situs microblogging Cina, setelah dibagikan seorang wanita yang mengaku perawat di RS Wuhan.

Wanita itu menulis staf dan pasien terjebak dengan mayat-mayat bergelimpangan ditutupi kain putih. Tidak ada yang bersedia mengambil mayat, karena berisiko tertular.

Wuhan adalah epicentrum 2019-nCov. Dari sini virus itu berasal, dan menyebar ke beberapa negara.

Gambar-gambar lain menunjukan orang-orang yang berusaha mencapai rumah sakit terjatuh di jalan, tak sadarkan diri. Dalam satu klip, seorang pria berbaring tak responsif, dengan petugas mengenakan pakaian pelindung berusaha membantu.

Laporan lain menyebutkan seorang pasien dengan wajah tertutup masker kehilangan kesadaran, terjatuh, dan pingsan, saat antre menunggu hasil tes.

Yang lebih mengenaskan sorang pria terjatuh dan tewas, dengan darah mengalir dari kepala. Situs berita lokal di Wuhan melaporkan pria itu tewas akibat virus.

Teks lengkap berita itu berbunyi; dinyatakan seorang terinfeksi virus meninggal dalam darah.

Cerita sinis juga muncul dari RS Wuhan. Kyle Hui, seorang warga Wuhan, mengatakan kepada New York Times bahwa ibu tirinya memiliki gejala terkena virus tapi petugas media menolak melakukan tes.

“Ibu tiri saya meninggal 15 Januari lalu, dan sertifikat kematiannya menyebut penyebab kematian adalah pneumonia berat akibat coronavirus,” kata Hui.

Dokter RS Wuhan, kata Hui, memintanya mengkremasi jenasah sang ibu karena kuat dugaan kematiannya disebabkan virus.

Back to top button