Solilokui

“Percikan Agama Cinta”: Ummat Islam Selalu Hadir dalam Perjuangan Negeri Ini

Sadarlah. Berkat konstribusi mereka. Hingga akhirnya, terbentuklah Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Wilayahnya menghampar dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote

JERNIH– Saudaraku,

Tengoklah sejarah Islam Indonesia. Ulama, kaum santri, pesantren, hadir. Memiliki peran strategis. Menjadi bagian dari arsitek kelahiran republik. Tak ada keraguan tentang itu. Berbagai fakta historis membuktikan. Pelbagai kajian akademis menguatkan. Ulama, kaum santri, dan pesantren tak sekadar sebagai “broker budaya” (cultural broker). Melainkan pula menjadi aktor perubahan sosial-politik.

Deden Ridwan

Ketahuilah. Sejak awal pendirian negara ini. Mereka adalah pelopor perjuangan kemerdekaan paling depan. Berjuang dengan gigih nan cerdas. Menggunakan kekuatan ilmu, hati (ruhaniah), fisik. Mempertaruhkan nyawa. Api perlawanan mereka kobarkan di mana-mana. Menyelusup relung-relung qalbu. Menerobos ruang dan waktu. Mewujud spirit (gestalt) perjuangan maha-dahsyat. Memberantas kezaliman dan ketidakadilan kaum penjajah. Menongkrongi tanah nusantara, ibu pertiwi tercinta.

Sadarlah. Berkat konstribusi mereka. Hingga akhirnya, terbentuklah Negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Wilayahnya menghampar dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Mebentang awan-awan samudra. Merentang tanah-tanah subur. Menghiasi beribu-ribu pulau indah. Bak zamrud katulistiwa.

Di tengah kemajemukan bangsa. Menghadapi era media sosial, penuh kebebasan dan kebohongan. Tatkala setiap orang tanpa batasan ruang dan waktu. Saling terhubung dan pengaruh-memengaruhi satu sama lain. Peran ulama terasa semakin vital. Menjaga keutuhan dan keragaman bangsa. Merawat marwah umat Islam.

Renungkanlah. Mereka mesti tetap hadir. Masuk pula ke dunia digital. Mengepung ruang publik. Memberikan pesan-pesan kedamaian. Berbasiskan ilmu, keteladanan, cinta. Menerangi umat. Betapa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘âlamîn harus mampu terejawantah di bumi pertiwi ini.

Itulah ruh-jiwa kaum santri yang abadi. Menjadi garda terdepan menjaga persatuan Indonesia. Demi lahirnya Indonesia yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Selamat Hari Santri! [Deden Ridwan]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close