Crispy

Pianis Jenius, Lawan Keterbatasan Fisiknya Untuk Menangkan Ananda Sukarlan Award 2025

JERNIH– Ada yang sangat istimewa di Kompetisi Ananda Sukarlan Award (ASA) 2025, Minggu 13 Juli kemarin. Michael Anthony Kwok adalah seorang pianis muda Tanah Air yang telah disebut sebagai “jenius” oleh Ananda Sukarlan. Michael adalah juga penyandang tunanetra dan autisme. Kendati demikian, Michael Anthony berhasil memenangkan ASA, ajang musik klasik paling prestisius di tanah air tersebut, edisi tahun 2025 ini.

“Saya tidak mengumbar istilah ‘jenius’, dan saya memang pelit memberi nilai kalau duduk sebagai juri. Namun, ini pertama kalinya saya memberikan nilai 98 kepada seorang kompetitor. Itu pun karena saya anggap, nilai 99 hanya untuk Lady Gaga, dan nilai 100 adalah untuk Tuhan yang maha sempurna”, kata Ananda yang masuk daftar 100 tokoh seniman Asia paling berpengaruh tahun 2020 “Asian Most Influential (AMI)” oleh grup media Mobiliari Group lewat majalah Tatler Asia.

Untuk itu, Michael Anthony Kwok mendapatkan beasiswa penuh untuk kursus musim panas di Perancis tahun depan, yang mencakup tiket pesawat p.p, uang saku dan uang sekolah, atas sponsor Institut Francais d’Indonesie yang sejak 2014 telah memberikan fasilitas ini untuk para pemenang ASA.

Dengan kemenangan ini, Michael berhasil melawan keterbatasan dan membuktikan bahwa kekurangan bukanlah suatu halangan untuk menggapai cita-cita.

Selain itu Ananda berencana untuk menciptakan karya baru untuk piano solo yang sangat virtuosik, “mungkin Rapsodia Nusantara baru”, kata sang maestro, yang didesain sesuai teknik dan karakter permainan, serta didedikasikan untuk Michael Anthony Kwok. Hal ini telah menjadi tradisinya untuk para pemenang ASA, sehingga mereka memiliki aset atau material untuk konser-konser atau kompetisi mereka di mancanegara untuk menunjukkan identitas dan keunikan mereka, selain menunjukkan virtuositas dan nilai artistik. Memang tepat yang ditulis oleh Sydney Morning Herald bahwa Ananda adalah “one of the world’s leading pianists, at the forefront of championing new piano music” karena Rapsodia Nusantara itu kini menjadi repertoire dari ratusan pianis dari berbagai negara.

Pemerintah Perancis melalui IFI memang sangat mendukung Ananda Sukarlan Award sejak 2014, dengan memberikan beasiswa untuk pemenang utamanya untuk mengikuti masterclasses musim panas (summercourse) di Perancis. Selain itu, akan ada 3 musikus Perancis yang tergabung sebagai Trio Saint-Saens ( yang mengunjungi Indonesia bulan September nanti, dan pemenang ASA lainnya difasilitasi untuk mengikuti masterclasses dari mereka. Mereka adalah pemain biola Eric Lacrouts, pemain cello Fabrice Loyal dan pianis Jean-Baptiste Fonlupt.

Australian Institute of Music pun memberi beasiswa kuliah untuk dua pemenang ASA lainnya sejak edisi 2025 ini. Minggu depan Ananda Sukarlan juga akan ke Institut musik bergengsi di Sydney ini sebagai Composer in Residence, dimana para mahasiswanya mempelajari karya-karya sang maestro Indonesia yang telah masuk daftar 100 tokoh seniman Asia paling berpengaruh tahun 2020 “Asian Most Influential (AMI)” oleh grup media Mobiliari Group lewat majalah Tatler Asia.

Uniknya, para pemenang ASA edisi-edisi sebelumnya banyak yang hadir di babak final ini, yaitu para pianis Inge Buniardi (ASA 2008), Dr. Edith Widayani (ASA 2010), Randy Ryan (ASA 2012) dan Joshua Victor (ASA 2018), sehingga mereka pun kemudian diundang ke panggung oleh Ananda Sukarlan sebagai ketua juri untuk menyerahkan Piala Bergilir Ananda Sukarlan Award yang bersejarah tersebut (lihat foto)

Para anggota juri Ananda Sukarlan Award (ASA) 2025 lainnya adalah Calvin Abdiel (pianis, pemenang ASA 2020), soprano Alice Cahya Putri (pemenang ASA 2021 yang kini tinggal dan berkarir di Singapura) dan pemain oboe dari Belanda, Eric van Reenen. Di ASA 2025 ini 30 finalis telah berkompetisi, dan akan banyak nomor Rapsodia Nusantara serta tembang puitik Ananda Sukarlan ditampilkan peserta untuk menunjukkan kepiawaian teknik dan musikalitas mereka. Di kategori Tembang Puitik akan ada puisi-puisi ditampilkan dari Walt Whitman, Phyllis Wheatley dan penyair Indonesia seperti Heru Mugiarso, Joshua Igho, Doddi Ahmad Fauji, Eka Budianta, Sapardi Djoko Damono, Nanang Suryadi dan masih banyak lagi.

Konser pertama 3 (tiga) orang pemenang ASA 2025 akan berlangsung sangat segera, yaitu Rabu 16 Juli ini di Bimasena, The Dharmawangsa Hotel. Konser ini juga adalah meresmikan bergabungnya Ananda sebagai Board of Social Bimasena, dalam bidang Art and Inclusivity. Tiga orang itu adalah
Wirawan Cuanda – bariton, Andreas – pemain biola, Michael Anthony Kwok – pianis.

Berikut daftar lengkap para pemenang ASA 2025 :

Pemenang utama Ananda Sukarlan Award 2025 : Michael Anthony Kwok (pianis)

Pemenang utama kedua ASA 2025 (berhak beasiswa Australian Institute of Music (AIM) sebesar Aus$ 7.500) : Victor Clementius Ditra (pianis)

Pemenang utama ketiga ASA 2025 (berhak beasiswa AIM sebesar Aus$ 5.000) : Ratnaganadi Paramita (soprano)

Pemenang setiap kategori :

SPECIAL NEEDS CATEGORY :
Gold medals : 1. Anthony Felix Tanaka. 2. Steven Audric Gui. 3. Bryan Kings Tan
Silver medal : Sabrina Arifin

Piano :

(KATEGORI JUNIOR) :
ADIL LATIEF (Juara 1), CHARLOTTE ADELAIDE TANOYO (Juara 2), CHIARA KERTALESMANA dan JEANE HALIM (keduanya juara 3)

(KATEGORI YOUNG ARTIST) :
GERALDINE LAURA VIANNE dan REYNARD JEREMY CHANDRA (Juara 1), YONGGI FAYDEN CORDIAS PURBA (Juara 3).

(KATEGORI PROFESSIONAL) :
MICHAEL ANTHONY KWOK (Juara 1)
VICTOR CLEMENTIUS DITRA (Juara 2)

Instrumen Gesek :
VEESHAN NATHANIEL TANDINO (Juara 2), ANDREAS (Juara 3)

Tembang Puitik :
(KATEGORI YOUNG ARTIST) :
FAUSTINA SHERENITA PRAJNADEWI (Juara 2)
FAE BERNICE ROBIN (Juara 3)

(KATEGORI PROFESIONAL) :
RATNAGANADI PARAMITA (Juara 1)
WIRAWAN CUANDA dan ELEONORA CHRISTABEL RICHUNG (Juara 2)
ACHMAD AKBAR RIFANDA (Juara 3)

Jumlah views terbanyak di babak semi final di Youtube: Beatrice Jean Consolata Gobang (jumlah views : 5 K).

Back to top button