Lonjakan 70%, Mengintip Kebangkitan Sinema Vietnam di Panggung Dunia

Setelah melewati fase “pasar berkembang”, sinema Vietnam kini bertransformasi menjadi kekuatan nasional yang matang. Didorong oleh dominasi Gen Z dan ledakan anggaran produksi, film lokal sukses menguasai lebih dari 70% pangsa pasar domestik.
WWW.JERNIH.CO – Industri perfilman Vietnam kini resmi melewati fase “pasar berkembang” dan mulai bertransformasi menjadi sebuah kekuatan sinema nasional yang matang. Produk domestik kini merajai panggung bioskop mereka sendiri dengan angka pertumbuhan yang luar biasa.
Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan oleh Dinh Thanh Huong, Executive Chair Galaxy Studio sekaligus CEO Galaxy Entertainment Holding, film-film lokal Vietnam berhasil menguasai 70,6% pangsa pasar box office domestik hanya dalam lima bulan pertama tahun 2026.
Angka ini mencerminkan lonjakan tajam dibandingkan perolehan setahun penuh pada tahun 2025 yang berada di angka 62,2%, serta melesat jauh dari pencapaian tahun 2023 yang hanya sebesar 42,6%.
Data impresif tersebut dibagikan oleh Dinh saat menyampaikan pidato pembuka dalam acara perdana DANAFF Industry Days, sebuah program industri dua hari yang menjadi bagian dari ajang Danang Asian Film Festival ke-4 di Furama Resort, Danang, Vietnam.

Sepanjang tahun 2025, pasar bioskop Vietnam mencatatkan pendapatan kotor box office yang fantastis, yakni menembus lebih dari Rp 3,82 triliun. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 22,5% dari penjualan lebih dari 70 juta tiket. Dari sisi produktivitas, sebanyak 47 judul film lokal dirilis sepanjang tahun tersebut, meningkat signifikan dari tahun 2024 yang hanya menelurkan 26 film.
Dinh menjelaskan bahwa lonjakan pangsa pasar ini salah satunya didorong oleh pergeseran demografis penonton yang kini didominasi oleh generasi muda. Saat ini, sekitar 69% pencinta bioskop di Vietnam berasal dari kalangan Gen Z.
Karakteristik digital mereka juga terlihat jelas, di mana 72,8% pembelian tiket kini dilakukan melalui platform digital. Di era baru ini, kekuatan ulasan dari mulut ke mulut di media sosial menjadi faktor penentu utama apakah sebuah film akan sukses besar atau justru gagal di pasaran.
Seiring dengan antusiasme pasar yang melonjak, anggaran produksi film di Vietnam pun ikut meroket. Jika pada tahun 2023 proyek-proyek film skala besar di Vietnam menghabiskan biaya sekitar Rp 27,05 miliar hingga Rp 33,82 miliar, kini standar industri telah bergeser jauh. Pasar Vietnam mulai terbiasa dengan produksi ambisius yang menelan anggaran berkisar antara Rp 67,64 miliar hingga Rp 87,22 miliar ke atas.
Ke depan, Dinh memproyeksikan produktivitas film Vietnam akan terus menanjak hingga mencapai 80 judul film pada tahun 2027. Bersamaan dengan itu, total anggaran gabungan untuk produksi, distribusi, dan pemasaran diperkirakan bakal melampaui Rp 89 miliar per film.
Langkah strategis lain yang memperluas basis penonton di Vietnam adalah diversifikasi genre. Pasar kini telah bergerak maju dan tidak lagi hanya bergantung pada genre komedi atau drama keluarga yang secara historis selalu menjadi andalan.
Penonton Vietnam mulai menunjukkan apresiasi tinggi terhadap genre-genre baru, terbukti dari performa komersial yang kuat pada film bertema perang, aksi, sejarah, dan detektif, melengkapi genre horor yang memang sudah memiliki akar kuat di sana.
“Bioskop bukan sekadar urusan bisnis. Sinema adalah cara sebuah bangsa menceritakan kisahnya sendiri,” ujarnya.

Sebagai informasi, Galaxy Studio—perusahaan yang dipimpin Dinh—merupakan salah satu raksasa hiburan di Vietnam. Portofolio mereka mencakup deretan film populer seperti “Dreamy Eyes,” “You and Trinh,” “Bunny!!,” “Detective Kien: The Headless Horror,” hingga film epik perang pemecah rekor, “Red Rain.” Galaxy Studio juga merupakan mitra strategis Sony Pictures di Vietnam dan mengoperasikan lebih dari 30 kompleks bioskop di seluruh negeri.
Acara DANAFF Industry Days sendiri merupakan inisiatif baru yang diisiasi oleh Danang Asian Film Festival bekerja sama dengan Asosiasi Pengembangan Film Vietnam (VFDA).
Program ini sukses mempertemukan studio-studio besar Vietnam—seperti Galaxy Studio, BHD Vietnam Media Corp., Mockingbird Pictures, CJ HK Entertainment, dan ProductionQ—dengan para distributor dan pembeli internasional dari Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Kamboja, Singapura, Filipina, Taiwan, hingga Amerika Serikat untuk presentasi lini produk serta pertemuan bisnis bilateral. (*)
BACA JUGA: Prince Harry dan Meghan Markle Garap Film Perang Afghanistan “No Way Out”






