Langkah Raksasa Teknologi Vietnam: VinSpace Gandeng SpaceX Luncurkan Satelit di 2027

JERNIH – Perusahaan kedirgantaraan asal Hanoi, VinSpace, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX. Kerjasama ini menandai sejarah baru bagi sektor swasta Vietnam untuk meluncurkan armada satelit pertamanya ke orbit bumi pada kuartal kedua tahun 2027.
Satelit buatan lokal tersebut rencananya akan menumpang program peluncuran bersama (ride-share) ternama milik SpaceX, yaitu Transporter. Misi peluncuran ini dirancang sebagai batu loncatan bagi VinSpace untuk menguji keandalan teknologinya di kondisi ruang angkasa yang sebenarnya, memperluas kerja sama internasional, serta mengomersialkan teknologi antariksa secara bertahap.
Di bawah klausul kesepakatan, VinSpace memegang kendali penuh atas seluruh proses riset, pengembangan (R&D), manufaktur, hingga pengoperasian satelit usai diluncurkan ke orbit.
“Pengujian modul satelit buatan dalam negeri di orbit merupakan syarat krusial untuk mengubah kapasitas riset tim teknis VinSpace menjadi misi nyata,” ujar CEO VinSpace, Vu Trong Thu. “Kontrak dengan SpaceX ini adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem kedirgantaraan komersial di Vietnam sekaligus menghubungkan negara ini dengan rantai nilai antariksa global.”
VinSpace sendiri merupakan unit usaha di bawah naungan Vingroup—konglomerat swasta terbesar di Vietnam—yang didirikan pada November lalu dengan modal komitmen sebesar 300 miliar Dong Vietnam (sekitar Rp180 miliar).
Kiprah VinSpace tak lepas dari peran Pham Nhat Vuong, orang terkaya di Vietnam sekaligus pendiri Vingroup. Pham Nhat Vuong menguasai 71% saham VinSpace secara pribadi. Vingroup memegang 19% saham, sementara dua putra Pham, yaitu Pham Nhat Quan Anh dan Pham Nhat Minh Hoang, masing-masing mengapit sekitar 5% saham.
Langkah agresif VinSpace sejalan dengan visi Hanoi. Pada tahun 2024, Partai Komunis Vietnam yang berkuasa untuk pertama kalinya menetapkan teknologi antariksa sebagai teknologi strategis nasional, sejajar dengan domain maritim dan bawah tanah.
Meskipun Vietnam telah meluncurkan beberapa satelit sejak VINASAT-1 pada tahun 2008, masuknya VinSpace dan SpaceX menandai babak baru keterlibatan sektor swasta Vietnam dalam persaingan industri luar angkasa global.






