Crispy

Ada Yang Istimewa Di Dunia Piano Klasik di Bekasi

Siapa sangka, Bekasi yang selalu identik sebagai kota industri, kini dapat menunjukkan sisi estetikanya, dan tidak tanggung-tanggung yaitu di musik klasik, musik yang selalu dianggap berkelas tinggi dan eksklusif. Ini berkat Kompetisi Piano Nusantara Plus dan mitra regionalnya di Bekasi, yaitu Signature Music Academy yang didirikan oleh Fabian Febiano.

Ada satu kategori yang sangat menonjol, dan berbeda dari provinsi di Indonesia lainnya dalam Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) yang terselenggara di Bekasi, 28 September lalu di Hotel Santika Mega Bekasi. Dari 41 pianis, total ada 9 pasangan (yang berarti 18 pianis) yang mendaftar di kategori piano empat tangan atau piano duet. Dari 9 tersebut, 5 pasangan berhasil menembus ke babak final yang akan diadakan di Jakarta, 13 & 14 Desember 2025 nanti di Institut Francais d’Indonesie. Selain itu nyata bahwa Bekasi sangat fokus ke instrumen piano, karena tidak ada peserta dari kategori instrumen lain, dan bermain piano 4 tangan adalah salah satu metode yang sangat efektif untuk membuat pendidikan musik menjadi jauh lebih asyik.

“Ini menggembirakan”, kata Ananda Sukarlan, pianis, pendiri dan juri Kompetisi Piano Nusantara Plus.
“Memainkan piano empat tangan memberi pengalaman musik yang memperkaya musikalitas karena menggabungkan 3 K : kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Berbeda dengan pertunjukan solo, duet piano membutuhkan dua pianis untuk berbagi tidak hanya satu piano tetapi juga tempo yang akurat, menyatukan ekspresi, dan kesadaran bersama. Kemitraan musik yang intim ini memupuk hubungan yang mendalam antar pemain saat mereka bernapas dan bergerak bersama, menghidupkan musik dengan cara yang unik dan dinamis. Selain manfaat emosionalnya yang membuat latihan jadi tidak membosankan bahkan menghibur, bermain duet piano juga merupakan bagian penting dari pendidikan musik—mengasah keterampilan mendengarkan pasangannya, mendorong ketepatan ritme, dan menumbuhkan kesadaran ansambel. Baik dilakukan bersama oleh guru dan siswa, sesama teman, atau musisi profesional, bermain piano empat tangan merupakan perayaan persahabatan sekaligus praktik penting dalam dunia musik kolaboratif yang lebih luas”, demikian penjelasan sang pianis lulusan Royal Conservatoire The Hague (Belanda) yang telah banyak memenangkan kompetisi internasional di masa mudanya, antara lain Prix Nadia Boulanger dari Concours International de Piano d’Orleans.

Di Bekasi, Ananda didampingi oleh juri muda Akina Selena, seorang lulusan Master of Music dengan predikat Summa Cum Laude dari Boston University. KPN+ semakin mengukuhkan reputasinya sebagai kompetisi musik klasik paling berpengaruh di Indonesia setelah Ananda Sukarlan Award yang telah melahirkan berbagai musisi bertaraf internasional, seperti soprano Isyana Sarasvati, Mariska Setiawan, Pepita Salim atau pianis Calvin Abdiel Tambunan, Michael Anthony Kwok (yang notabene penyandang autisme dan tunanetra) atau Dr. Edith Widayani.

Ananda menjelaskan, para pemenang Grand Finale Desember nanti akan mendapatkan Golden Ticket untuk langsung mengikuti babak Final (tanpa harus melewati babak-babak sebelumnya) di Ananda Sukarlan Award (ASA) 2027. Banyak fasilitas yang dinikmati pemenang ASA sampai : beasiswa kursus musim panas di Perancis, serta beasiswa kuliah tahun pertama di Australian Institute of Music di Sydney, serta berbagai beasiswa di kegiatan satelit lainnya yang semakin banyak.

Desember nanti Indonesia akan kedatangan pianis Ukraine, Taras Filenko memberi masterclasses (bekerjasama dengan Rotary Club –dimana Ananda telah diangkat menjadi Honorary Member sejak 2023 — dan Kedutaan Besar Ukraine di Jakarta). Beberapa pemenang KPN+ regional 2025 terutama di Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta juga akan mendapatkan kesempatan tampil bersama Taras Filenko dan Ananda Sukarlan di konser bersamanya Desember 2025 nanti. Pemenang kategori Tembang Puitik dan instrumen gesek akan berkesempatan tampil diiringi oleh sang komponisnya Ananda Sukarlan sendiri.

Sejauh ini KPN+ telah menyeleksi 25 finalis dari Medan, 27 dari Bandung, 19 dari Padang. Kemarin Bekasi berkontribusi dengan 15 pianis solo dan 5 pasang pianis duet sebagai finalis, menjadikan total sementara menjadi 86 solois dan 5 pasang pianis duet yang akan bertanding tanggal 13 dan 14 Desember di Jakarta nanti. KPN+ juga akan hadir di Surabaya, Yogyakarta, Bandar Lampung, Palembang, Pontianak dan Jakarta sampai Desember nanti, dan pendaftaran masih dibuka sampai pertengahan Oktober untuk semua instrumen dan vokal klasik (tembang puitik). Berikut nama lengkap para pemenang di Bekasi yang akan bertanding di Jakarta Desember nanti :

Usia Dini A:

  • Elnathan Marcello Hariandja – Juara 2
  • ⁠Akira Soetemo – Juara 2
  • ⁠Valda Gracia Purba – Juara 1

Usia Dini B:

  • Oliver Reynand Johanson – Juara 3

Usia Dini C:

  • Obed Abhirama Cahyono – Juara 3
  • ⁠Yosafat Elvan Prasetyo – Juara 2
  • ⁠Ghaitsa Bintang Pranaga – Juara 2
  • ⁠Kimiko Letisha Lessyl – Juara 2
  • ⁠Griselda Meggialine Tesia – Juara 1

Pemula B:

  • Emilia Latisha Arya Sariwijaya – Juara 2

⁠⁠Pemula C: ⁠

  • Patrisius Aldrian Prasetyo – Juara 2
  • ⁠Scarlett Calista Asalim – Juara 1

Menengah B:

  • Olivia Lauren Adaratana – Juara 2
  • ⁠Hillary Salim Ali – Juara 1

Menengah C:

  • Bagas Adhiyatma – Juara 3

Piano 4 Tangan:

  • Nicholas Christory Joverson & Matthew Carlo Joverson – Juara 3
  • ⁠Yohana Henry Calysta Gultom & Gisela Vionita Christiani Santoso – Juara 3
  • ⁠Laurencius Steven Haripin & Willibordus Vidi Werang Bidomaking – Juara 2
  • ⁠Genoveva Odelia Padmasena & Gregorius Evan Antasena – Juara 2⁠
  • ⁠Axelle DImaz Khan Ristyoputra & Roderikus Seto Novandi – Juara 1

Back to top button