Crispy

Aktivis Pro-Palestina Serbu Pabrik Komponen Jet Tempur Israel di Skotlandia

JERNIH – Saat dunia merayakan pergantian tahun, sebuah pabrik manufaktur kedirgantaraan di dekat Edinburgh, Skotlandia, menjadi sasaran aksi vandalisme berat. Sekelompok aktivis pro-Palestina menyerbu fasilitas milik Bruntons Aero Products sesaat setelah tengah malam pada Hari Tahun Baru (1/1/2026), sebagai bentuk protes atas keterlibatan perusahaan tersebut dalam memasok komponen militer ke Israel.

Aksi ini meninggalkan jejak kerusakan fisik yang signifikan, termasuk dinding yang dipenuhi coretan slogan merah dan sejumlah komputer operasional yang dihancurkan menggunakan palu.

Bruntons Aero Products menjadi target karena perannya sebagai pemasok suku cadang spesialis bagi raksasa industri pertahanan Leonardo dan BAE Systems. Kedua perusahaan ini telah lama menuai kecaman internasional karena memasok komponen krusial untuk jet tempur F-35 milik militer Israel.

Jet tempur tersebut diketahui digunakan secara intensif dalam operasi militer di Jalur Gaza. Para aktivis menegaskan bahwa “aksi langsung” (direct action) adalah satu-satunya cara untuk menghentikan perusahaan-perusahaan ini dari apa yang mereka sebut sebagai “dukungan terhadap kejahatan pendudukan Israel.”

“Hanya ada satu cara untuk mengakhiri ini,” tulis salah satu slogan yang disemprotkan di dinding pabrik.

Pola Protes yang Kian Agresif

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, insiden ini menambah panjang daftar aksi serupa di Skotlandia. Pada Juli 2025, aktivis menabrakkan pagar ke pabrik Leonardo di Edinburgh. Pada Agustus 2025,  demonstran memblokir pintu masuk situs yang sama dengan memarkir kendaraan secara melintang.

Pihak Kepolisian Skotlandia (Police Scotland) mengonfirmasi bahwa mereka tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan pembobolan dan pengrusakan properti ini.

Aksi di Skotlandia ini mencerminkan gelombang protes global yang kian militan. Sebelumnya di Maroko, aktivis memobilisasi massa untuk menghadang kapal milik Maersk yang diduga mengangkut peralatan analisis permukaan untuk perbaikan jet F-35 yang rusak.

Konteks di balik kemarahan para aktivis ini adalah situasi di Gaza yang kian memprihatinkan. Angka kematian akibat serangan Israel telah melampaui 71.385 jiwa per hari Minggu (4/1/2026). Sebagian wilayah Gaza telah dinyatakan mengalami bencana kelaparan sejak tahun lalu akibat pembatasan bantuan kemanusiaan. Selain itu, lembaga hak asasi manusia internasional telah menetapkan perang tersebut sebagai tindakan genosida dan kejahatan perang.

Laporan investigasi menunjukkan bahwa Israel terus menargetkan area sipil, termasuk rumah sakit dan kamp pengungsian, sembari memperketat blokade terhadap bantuan darurat.

Back to top button