BLACKPINK Pecahkan Rekor YouTube, Tembus 100 Juta Subscriber

Butuh waktu hampir 10 tahun untuk meraih 100 juta subscriber. Keberhasilan itu sekaligus menunjukkan kekuatan brand media di ranah YouTube.
WWW.JERNIH.CO – Grup vokal asal Korea Selatan, BLACKPINK, pada 20 Februari 2026, resmi menjadi musisi pertama di dunia yang berhasil menembus angka 100 juta subscriber di YouTube. Tonggak sejarah ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para penggemar setia mereka, BLINK, tetapi juga menandai babak baru dalam lanskap industri musik global yang semakin terdigitalisasi.
Keberhasilan mencapai 100 juta subscriber tersebut mencerminkan kekuatan fandom global, konsistensi produksi konten, serta strategi distribusi digital yang matang. YouTube pun memberikan penghargaan bergengsi berupa Red Diamond Creator Award, trofi langka berbentuk poligon merah yang hanya dianugerahkan kepada kanal dengan lebih dari 100 juta subscriber. Penghargaan ini menempatkan BLACKPINK dalam jajaran elite kreator dunia, sekaligus mempertegas dominasi K-pop di panggung internasional.
Sejak 2016
Perjalanan menuju angka fantastis ini tidak terjadi dalam semalam. Kanal resmi BLACKPINK diluncurkan pada Juni 2016, bertepatan dengan masa persiapan debut mereka di bawah naungan YG Entertainment. Dua bulan kemudian, pada Agustus 2016, video musik debut mereka, “Boombayah” dan “Whistle”, resmi dirilis dan langsung menarik jutaan penonton dari berbagai negara. Sejak saat itu, grafik pertumbuhan subscriber mereka menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
Momentum besar terjadi pada Juli 2020 ketika BLACKPINK menjadi artis berbahasa non-Inggris pertama yang masuk dalam jajaran Top 5 kanal dengan subscriber terbanyak di dunia. Hal ini membuktikan bahwa bahasa bukan lagi menjadi penghalang dalam era digital. Musik, visual, dan identitas kuat yang mereka tampilkan mampu melampaui batas geografis maupun linguistik.
Pada September 2021, BLACKPINK kembali mencetak sejarah dengan menyalip Justin Bieber sebagai artis dengan jumlah subscriber terbanyak di YouTube saat itu, mencapai sekitar 65,5 juta subscriber. Momen tersebut menjadi simbol pergeseran peta dominasi musik global, di mana artis K-pop mampu bersaing bahkan melampaui musisi Barat yang telah lama mendominasi industri.
Periode 2022 hingga 2024 menjadi fase konsistensi dan ekspansi. Selain aktivitas grup, masing-masing anggota juga aktif merilis proyek solo yang turut mendongkrak popularitas kanal utama. Rilisan seperti “Pink Venom” serta proyek album “Born Pink” berhasil mempertahankan laju pertumbuhan subscriber di angka jutaan setiap bulannya. Strategi promosi lintas platform, kolaborasi internasional, serta tur dunia berskala besar semakin memperluas jangkauan audiens mereka.
Memasuki Januari hingga Februari 2026, menjelang perilisan mini album terbaru bertajuk “Deadline”, kanal YouTube BLACKPINK mengalami lonjakan signifikan dengan rata-rata penambahan sekitar 10.000 subscriber baru setiap hari. Antusiasme global terhadap karya terbaru mereka mendorong angka tersebut terus merangkak naik hingga akhirnya pada 20 Februari 2026, angka 100 juta subscriber resmi terlampaui.

Pendapatan dari YouTube
Selain sebagai sarana distribusi karya, YouTube juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi BLACKPINK dan YG Entertainment. Dengan total penayangan yang telah melampaui 41,1 miliar kali, potensi monetisasi dari iklan sangatlah besar.
Berdasarkan estimasi data analitik awal 2026, pendapatan bulanan dari iklan (AdSense) diperkirakan berkisar antara Rp12,7 miliar hingga Rp17,2 miliar. Secara tahunan, angka tersebut bisa mencapai lebih dari 10 hingga 15 juta dolar AS. Jumlah ini belum termasuk pendapatan dari kerja sama brand, sponsor, dan integrasi produk dalam konten mereka.
Tak hanya mengandalkan iklan, BLACKPINK juga memanfaatkan fitur Channel Memberships untuk menghadirkan konten premium bagi para penggemar setia. Melalui tombol “Join” atau “Gabung” di kanal resmi mereka, penggemar dapat memilih berbagai tingkat keanggotaan seperti Standard dan Plus. Setiap level menawarkan keuntungan berbeda, mulai dari akses video behind-the-scenes eksklusif, siaran langsung khusus anggota, hingga konser daring seperti “THE SHOW” yang pernah digelar secara eksklusif bagi member berbayar.
Selain itu, anggota membership juga mendapatkan berbagai loyalty perks seperti badge khusus di samping nama saat berkomentar, emoji kustom bertema BLACKPINK, serta akses ke unggahan komunitas eksklusif. Strategi ini tidak hanya memperkuat ikatan emosional antara artis dan penggemar, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan di luar model iklan tradisional.
Pencapaian 100 juta subscriber ini semakin mengukuhkan posisi BLACKPINK sebagai raksasa media global. Mereka berhasil memanfaatkan kekuatan platform digital untuk membangun komunitas lintas negara yang solid dan loyal. Dalam era di mana distribusi musik semakin bergantung pada teknologi, BLACKPINK menjadi contoh nyata bagaimana artis dapat berkembang menjadi brand global dengan pengaruh masif. (*)
BACA JUGA: Reuni Akbar 2026, BTS dan BLACKPINK Guncang Weverse






