BYD Siapkan Baterai EV dengan Garansi Lebih Lama

Baterai mahal bukan lagi masalah! BYD resmi meluncurkan garansi baterai super panjang yang bikin kompetitor ketar-ketir.
WWW.JERNIH.CO – Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD Auto, baru saja membuat gebrakan yang diprediksi akan menekan para pesaingnya sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV) secara global.
BYD resmi memperbarui ketentuan garansi mereka dengan memperpanjang perlindungan baterai hingga 8 tahun atau 250.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.
Baterai merupakan komponen EV yang sangat mahal, selain itu usianya pun ada batasnya. Seringkali umumnya hanya bertahan 5-6 tahun.
Sebagai perbandingan, standar industri untuk garansi baterai mobil listrik saat ini rata-rata hanya berkisar di angka delapan tahun atau 160.000 km. Dengan selisih mencapai 90.000 km lebih panjang, tawaran BYD ini menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.
Mengingat baterai adalah komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik, jaminan jangka panjang ini bisa menjadi faktor penentu bagi konsumen yang masih ragu untuk beralih dari mobil bensin.
Langkah strategis ini diyakini akan memaksa produsen besar lainnya seperti Tesla, Chevrolet, dan Ford untuk ikut meningkatkan standar mereka. Di tengah persaingan ketat, konsumenlah yang keluar sebagai pemenang.
Sementara beberapa kompetitor mulai mencoba menawarkan perpanjangan garansi dengan biaya tambahan—misalnya Tesla yang kabarnya mematok harga sekitar Rp31,5 juta —BYD justru menjadikannya sebagai standar baru untuk membangun kepercayaan pelanggan.
Selain ketenangan pikiran soal perawatan, beralih ke mobil listrik juga menawarkan penghematan biaya operasional yang signifikan. Berdasarkan data Departemen Energi AS, pengemudi EV dapat menghemat hingga Rp34,6 juta per tahun untuk kendaraan listrik murni, dan sekitar Rp23,6 juta untuk kendaraan hibrida jika dibandingkan dengan biaya bahan bakar fosil.
Keuntungan memiliki mobil listrik akan semakin berlipat jika dipadukan dengan panel surya di rumah, yang berpotensi memangkas biaya pengisian daya hingga Rp0. Bahkan, melalui program Solar Explorer dari TCD, konsumen berpotensi menghemat hingga Rp157,5 juta untuk biaya instalasi panel surya.
Secara ekologis, keunggulan EV sudah tidak diragukan lagi. Berbeda dengan mobil bensin yang terus mengeluarkan emisi sepanjang masa pakainya, mobil listrik berhasil “membayar utang” karbon dari proses produksinya hanya dalam waktu dua tahun pemakaian.
Dengan garansi yang lebih lama dan biaya operasional yang lebih rendah, BYD tidak hanya menawarkan kendaraan, tetapi juga gaya hidup yang lebih berkelanjutan bagi masa depan bumi.(*)
BACA JUGA: Dominasi Tesla Motors di Industri Mobil Listrik Terancam, BYD Bisa Jual Lebih Banyak




