CrispyVeritas

Di Balik Topeng Satoshi Nakamoto, Cara New York Times Membedah Teka-Teki Abad Ini

Siapakah Satoshi Nakamoto? Setelah lebih dari satu dekade spekulasi, The New York Times meluncurkan investigasi berbasis data besar (big data) untuk mengungkap pencipta Bitcoin.

WWW.JERNIH.CO –  Misteri identitas Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang legendaris, kembali memanas  setelah The New York Times (NYT) merilis laporan investigasi mendalam sebanyak 12.000 kata. Investigasi yang dipimpin oleh jurnalis pemenang Pulitzer, John Carreyrou (penulis Bad Blood), dan pakar data Dylan Freedman, mengklaim telah menemukan sosok yang paling mungkin di balik nama samaran tersebut: Adam Back, seorang kriptografer asal Inggris dan CEO Blockstream.

Investigasi ini bermula dari pengamatan Carreyrou terhadap cuplikan dokumenter HBO tahun 2024, Money Electric. Meskipun dokumenter tersebut menuduh Peter Todd sebagai Satoshi, Carreyrou justru terpaku pada bahasa tubuh Adam Back. Ia mencatat adanya ketegangan fisik yang tidak biasa—seperti gerakan tangan yang kaku dan tawa yang canggung—saat Back ditanya mengenai identitas Satoshi.

Sebagai jurnalis yang berpengalaman mengungkap penipuan besar, Carreyrou merasa ada “kebenaran yang disembunyikan” dan memutuskan untuk melakukan penyelidikan teknis yang lebih dalam selama lebih dari satu tahun.

NYT tidak hanya mengandalkan wawancara, tetapi menggunakan pendekatan sains data yang masif untuk membedah jejak digital Satoshi.

Tim NYT membangun database berisi 134.308 postingan dari berbagai milis kriptografi (Cypherpunks) antara tahun 1992 hingga 2008. Mereka menyaring lebih dari 600 kandidat potensial.

Menggunakan AI untuk membandingkan pola penulisan, mereka menemukan kecocokan yang mengejutkan antara Adam Back dan Satoshi. Salah satu temuan paling spesifik adalah penggunaan tanda hubung (hyphenation) yang salah secara konsisten. Back berbagi 67 dari 325 kesalahan tanda hubung unik yang juga dilakukan oleh Satoshi—angka yang hampir dua kali lipat dibandingkan kandidat lainnya.

NYT menyoroti gaya bahasa Satoshi yang unik, yakni mencampur ejaan British dan Amerika (seperti penggunaan optimise vs optimize atau cheque vs check). Dari database mereka, Adam Back adalah satu-satunya individu yang memiliki pola inkonsistensi linguistik yang identik dengan Satoshi.

Investigasi ini mengungkap bahwa meskipun Back sangat aktif mendiskusikan uang digital sejak akhir 90-an, ia secara misterius “diam” dan tidak mengomentari Bitcoin sejak peluncurannya hingga Satoshi menghilang pada 2011. Hal ini dianggap sebagai upaya sengaja untuk memisahkan identitas publiknya dengan eksperimen Bitcoin.

Adam Back sendiri bukanlah orang asing di dunia kripto. Ia adalah pencipta Hashcash, sistem proof-of-work yang menjadi fondasi utama keamanan Bitcoin dan dikutip langsung oleh Satoshi dalam whitepaper Bitcoin. NYT berargumen bahwa Back memiliki motif, kemampuan teknis, dan ideologi “Cypherpunk” yang sangat selaras dengan visi Bitcoin—sebuah sistem yang bertujuan mengurangi kekuasaan pemerintah dan pajak melalui privasi kriptografis.

Meskipun bukti keadaan (circumstantial evidence) yang disajikan NYT sangat kuat, hasil akhirnya tetap tidak memberikan “bukti mutlak” (smoking gun).

Namun Adam Back telah membantah klaim ini setidaknya enam kali, termasuk dalam konfrontasi langsung selama dua jam dengan Carreyrou di El Salvador. Back menyatakan bahwa kemiripan gaya bahasanya adalah hasil dari lingkungan komunitas yang sama dan menyebut temuan tersebut sebagai “bias konfirmasi.”

Banyak pakar keamanan siber dan komunitas Bitcoin meragukan hasil ini. Mereka menunjukkan bahwa gaya pengkodean (coding style) antara Adam Back dan Satoshi Nakamoto sangat berbeda, sesuatu yang menurut mereka lebih sulit dipalsukan daripada gaya tulisan.

Hingga saat ini, belum ada yang mampu menggerakkan koin dari dompet asli Satoshi (yang berisi sekitar 1,1 juta BTC) atau menandatangani pesan menggunakan kunci privatnya. Tanpa hal tersebut, identitas Satoshi tetap menjadi spekulasi.

Investigasi New York Times berhasil menyusun profil paling komprehensif yang pernah ada tentang keterkaitan Adam Back dengan asal-usul Bitcoin. Namun, laporan ini justru mempertegas sebuah realitas di dunia kripto: identitas Satoshi Nakamoto mungkin memang dirancang untuk tidak pernah terungkap. Sementara bagi banyak pendukung Bitcoin, anonimitas sang pencipta adalah fitur, bukan bug, karena memungkinkan Bitcoin tumbuh sebagai komoditas digital yang netral dan tanpa pemimpin.(*)

BACA JUGA: Pasar Tradisional Tutup, Bitcoin dan Ether Jadi ‘Safe Haven’ Instan Saat Perang AS-Iran

Back to top button