Diplomasi Lomba Kereta Anjing dan Upaya AS Mencaplok Greenland

- Konsulat AS menawarkan dana kepada penyelenggara lomba balap kereta anjing.
- Tujuannya, menjadikan lomba itu untuk kempanye merebut hati penduduk Greenland.
JERNIH — Rencananya, Jeff Landry — gubernur Louisiana dan utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Greeland — diundang ke lomba kereta anjing di Qasigiannguit, sebuan komunitas kecil di pantai barat. Namun, panitia membatalkannya.
Tahun lalu, setelah Trump menghidupkan kembali niat mencaplok Greenland, Usha Vance — istri Wapres AS JD Vance — juga berencana menghadiri lomba itu. Senasib dengan Landry, kehadiran Usha Vance juga dibatalkan.
Diplomasi kereta anjing AS tampak tak berjalan mulus. Penduduk Greenland seolah menutup pintu bagi pejabat AS, terutama mereka yang mencoba membujuk warga pulau itu.
“Kami sedang mempertimbangkan manuver yang , jika bukan campur tangan langsung, setidaknya berupa bentuk diplomasi lunak yang melibatkan pertemuan dengan penduduk untuk mempengaruhi mereka,” kata Mikaa Blugeon-Mered, peneliti geopolitik Arktik, kepada AFP.
Saat ini, sebagian besar penduduk Greenland menentang gagasan bergabung dengan AS. Washington berupa mengubahnya dengan pertemuan langsung untuk memberi pemahaman kepada penduduk. AS yakin bisa memenangkan hati dan pikiran penduduk Greenland.
AS tidak hanya menggunakan diplomasi anjing, tapi menyusupkan warganya ke Greenland dan berinteraksi dengan penduduk. Agustus lalu, misalnya, DR — penyiar publik Denmark — melaporkan tiga warga AS yang terkait Trump melakukan operasi pengaruh di Greenland.
Misi mereka adalah mengidentifikasi penduduk yang mendukung hubungan Greenland-AS, dan mereka yang menentang.
Mei 2026, seperti dilaporkan Wall Street Journal, badan intelejen AS diperintahkan mengupulkan informasi tentang gerakan kemerdekaan Greenlan dan pandangan tentang potensi eksploitasi sumber daya alam pulau itu oleh AS.
Penanda Identitas
Bagi 57 ribu penduduk Greenland, yang 90 persen Inuit, Avannaata Qimussersua — atau balap kereta anjing — terkait identitas. “Diadakan setiap akhir musim dingin, balap kereta anjing adalah bagian budaya hidup Greenland,” kata Manumina Lund jensen, profesor madya di Departemen Sejarah Budaya dan Sosial Universitas Greenland.
Avannaata Qimussersua, masih menurut Profesor Lund Jensen, sangat penting bagi penduduk Greenland dan merupakan perjalanan sangat emosional.
Jadi, tidak aneh jika Asosiasi Kereta Luncur Anjing Greenland (KNQK) membatalkan undangan untuk Landry. Alasannya, perusahaan pariwisata bertindak sepihak — tanpa sepengetahuan KNQK — saat mengirim undangan itu ke Landry.
KNR, stasiun penyiaran Greenland, pekan lalu mengatakan pengirim undang ke Landry adalah Kristian Jeremiassen. Berbicara kepada KNR, Jeremiassen mengatakan mengundang banyak orang berbeda ke lomba balap kereta anjing untuk mempromosikan pariwisata.
KNQK menganggap undangan untuk Landry sama sekali tidak pantas. Blugeon-Mered mengatakan Jeremiassen bukan sekedar operator pariwisata tapi juga politikus yang sedang menjadi perantara pencaplokan Greenland untuk meningkatkan bisnisnya.
“Konsulat AS menawarkan pendanaan sebagian besar perlombaan,” kata Blugeon-Mered. “Mereka berpikir dengan menjadi sponsor utama perlombaan, akan dapat membeli penyelenggara dan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Itu tidak berhasil.”
Rencana kunjungan Wapres AS JD Vance ke Denmark juga memicu keberatan. Penduduk menganggap kunjungan itu tekanan tidak dapat diterima dan berisiko memicu demo besar-besaran.
Delegasi AS mengubah progran, dan JD Vance dan istri berkunjung ke pangkalan udara AS di Pituffik, di barat laut Greenland.






