Crispy

Duel Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Jadi Medan Simbolis War-on-Gaza

JERNIH — Partai puncak Piala Dunia di Stadion MetLife, New Jersey, bukan sekadar panggung perebutan trofi paling bergengsi di dunia. Kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina lewat gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106 tidak hanya disambut euforia di Madrid, tetapi juga dirayakan secara emosional oleh publik Palestina dan para aktivis pro-Palestina di berbagai belahan dunia.

Di balik sengitnya persaingan 120 menit di lapangan hijau, laga final ini telah bergeser menjadi miniatur pertarungan geopolitik. Posisi pro-Palestina yang diambil pemerintah Spanyol berhadapan langsung dengan hubungan diplomatik mesra antara Argentina dan Israel di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei.

Di kubu Argentina, kedekatan politik dengan Israel mewarnai perjalanan mereka menuju final. Sejak menjabat pada Desember 2023, Presiden Javier Milei menjelma menjadi salah satu sekutu internasional terdekat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Bahkan menjelang laga final, Netanyahu secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Timnas Argentina setelah menerima jersi resmi Albiceleste dari Duta Besar Argentina untuk Israel, Rabi Shimon Axel Wahnish.

“Saya tidak menutup-nutupi bahwa saya adalah penggemar Argentina. Saya yakin mayoritas warga Israel juga demikian,” ujar Netanyahu, figur yang tengah berstatus buron Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan perang di Gaza. “Presiden Milei telah merevolusi hubungan Israel dengan Argentina, dan kami tidak memiliki sahabat yang lebih baik darinya.”

Dukungan serupa datang dari Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang secara aktif mengunggah pesan dalam bahasa Spanyol di platform X untuk menyemangati skuad Argentina.

Di sisi berseberangan, Spanyol menuai simpati luas dari masyarakat Palestina dan komunitas internasional. Langkah Perdana Menteri Pedro Sánchez yang gencar mengkritik aksi militer Israel serta keputusan Madrid mengakui kedaulatan Negara Palestina pada Mei 2024 menjadi alas utamanya.

Di tingkat personal, gestur para figur publik Spanyol makin menguatkan ikatan tersebut. Lamine Yamal, bintang muda Spanyol ini menuai pujian masif setelah mengibarkan bendera Palestina saat perayaan gelar La Liga bersama Barcelona. Sementara Javier Bardem, aktor kenamaan Spanyol dan aktivis kemanusiaan tersebut terlihat membawa bendera Palestina selama ajang Piala Dunia berlangsung.

Di tengah keterbatasan listrik, kelangkaan bahan bakar, dan hancurnya fasilitas olahraga di Gaza, warga tetap menggelar nonton bareng dan laga eksibisi untuk mendukung La Roja.

“Saya sepenuhnya mendukung Spanyol karena mereka berdiri membela Palestina,” ujar Ahmed al-Bozm, warga Gaza. “Kami berharap mereka mengangkat trofi Piala Dunia sekaligus mengibarkan bendera Palestina.”

Perdebatan di media sosial juga menyeret kapten Argentina, Lionel Messi. Jejak kunjungannya ke Yerusalem bersama Barcelona serta kemitraan komersialnya dengan perusahaan-perusahaan Israel kembali mencuat ke permukaan.

Namun, banyak pendukung Argentina menolak label bahwa tim nasional mereka mewakili agenda “pro-Israel”. Mereka menegaskan warisan mendiang legenda Diego Maradona yang dikenal vokal membela Palestina semasa hidupnya, serta menekankan bahwa kebijakan politik Milei tidak mencerminkan pandangan seluruh rakyat Argentina.

Dukungan untuk Spanyol juga datang dari ranah olahraga internasional lainnya, termasuk mantan juara dunia UFC, Khabib Nurmagomedov, yang secara terbuka menyatakan dukungannya untuk skuad Spanyol.

Peluit panjang di New Jersey tak hanya mengesahkan Spanyol sebagai juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah, tetapi juga mengunci sebuah momen unik dalam sejarah sepak bola modern: ketika lapangan hijau menjadi pemantik narasi solidaritas global.

Back to top button