Crispy

Edhy Prabowo Akui Politikus Gerindra dapat Izin Ekspor Benih Lobster

Meskipun terdapat sejumlah politikus mendapat izin eksport benih lobster, namun Edhy berjanji tidak akan memberi perlakuan khusus bagi para penerima izin ekspor dari perusahaan politisi tersebut.

JAKARTA-Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengakui terdapat sejumlah politikus termasuk kader Partai Gerindra yang berafiliasi dengan perusahaan pemegang izin ekspor benih lobster dari kementeriannya.

Hal itu disampaikan Edhy dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Senin (6/7/2020) sebagai tanggapan munculnya pemberitaan terkait izin ekspor benih lobster ke  perusahaan yang terafiliasi dengan partai politik. Namun Edhy memastikan jumlah izin ekspor yang dikeluarkan tidak seberapa jumlahnya.

“Kalau memang ada yang menilai, ada orang Gerindra, kebetulan saya orang Gerindra, tidak masalah. Saya siap dikritik tentang itu. Tapi coba hitung berapa yang diceritakan itu? Mungkin tidak lebih dari 5 atau 2 orang yang saya kenal. Tapi 26 orang lagi siapa itu? itu semua orang Indonesia,” kata Edhy.

Ditambahkan Edhy, bahwa izin ekspor dan budidaya lobster yang diberikan kepada para politisi tersebut di luar sepengetahuannya sebagai menteri, sebab pemberian izin diputuskan bersama oleh tim yang terdiri dari beberapa direktorat KKP.

“Kebetulan salah satu dari 26 itu ada orang Gerindra. Tapi saya juga tidak bisa komunikasi setiap saat. Yang memutuskan juga bukan saya, (tapi) tim. Tapi ingat, tim saya kontrol, selama dia tidak ikuti kaidah apa yang sudah diputuskan dalam tim besar kita dengan melibatkan para ahli, juga kita akan larang,” kata Edhy menambahkan

Edhy juga menyebut bahwa pihaknya telah menerbitkan 31 izin untuk ekspor dan budidaya lobster. Namun, hanya sebagian kecil saja yang diberikan kepada perusahaan yang terafiliasi atau dimiliki oleh politikus.

“Kami tidak membatasi, siapa yang mendaftar kami terima, dan verifikasi. Kami sudah terima 31, diumumkan baru 26,”.

Ekspor benih lobster kembali dibuka kementeriannya, kata Edhy, bertujuan menghidupkan kembali mata pencaharian para nelayan yang kehilangan pekerjaan akibat larangan ekspor lobster. Ia juga menyakini kebijakan itu tidak akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Edhy juga menyebut berdasarkan penelitian peneliti asal Tanzania, terdapat 26 miliar lobster bertelur di Indonesia dan tiap indukan dapat bertelur sebanyak 1 juta. Dan jika ditinggalkan di alam lobster-lobster tersebut justru akan mati dengan sendirinya.

(tvl)

Back to top button