Eksplorasi Lembah Firaun, Arkeolog Temukan Makam Kuno Berusia 3.000 Tahun di Luxor Mesir

JERNIH — Tim arkeolog internasional berhasil membongkar sebuah makam kuno misterius berusia 3.000 tahun di dekat kota selatan Luxor, Mesir. Otoritas menteri setempat mengonfirmasi pada Minggu (12/7/2026) bahwa situs pemakaman mewah ini diidentifikasi sebagai milik seorang pria terpandang pada zamannya bernama Paser.
Penemuan ini menjadi angin segar bagi Pemerintah Mesir yang memang sedang gencar mempromosikan temuan sejarah baru demi mendongkrak sektor pariwisata mereka—sumber utama devisa mata uang asing negara tersebut.
Makam kuno ini ditemukan oleh misi arkeologi Belanda dari Leiden University di nekropolis Sheikh Abd el-Qurna, yang terletak di Tepi Barat Luxor. Berdasarkan gaya artistik dari prasasti dan ukiran dinding yang ditemukan, para spesialis meyakini bahwa makam ini berasal dari Periode Ramesside (rentang waktu Dinasti ke-19 dan ke-20 Mesir Kuno).
Secara arsitektural, makam Paser mengikuti cetak biru tradisional makam pribadi Theban dari era Kerajaan Baru (1570–1069 SM). Struktur atas memiliki halaman terbuka luas yang menembus langsung ke kapel batu potong berbentuk seperti huruf “T” terbalik. Struktur bawah terdapat ruang pemakaman utama (burial chambers) dipahat jauh di bawah permukaan tanah untuk menjaga keamanan jasad.
Di area halaman, arkeolog menemukan elemen arsitektur yang masih terjaga utuh, termasuk sebuah bangku batu bata lumpur yang dirancang khusus untuk menopang stela pemakaman, serta tangga megah yang diapit oleh rampa miring menuju pintu masuk utama.
Situs ini dinilai memiliki nilai seni tinggi karena kondisi interiornya yang relatif terawat. Di dalam kapel, tim peneliti menemukan deretan prasasti hieroglif yang dengan jelas memuat nama “Paser”. Ukiran dinding tersebut menggambarkan visual kehidupan spiritual dan personal sang pemilik makam.
Prasasti tersebut memperlihatkan sosok Paser yang sedang melakukan ritual pemujaan kepada berbagai dewa di dalam kuil suci. Tak hanya itu, ada bagian relief intim yang menggambarkan Paser sedang duduk berdampingan dengan istrinya di depan meja penuh persembahan makanan.
Luxor memang dikenal sebagai rumah bagi beberapa monumen kuno dan situs arkeologi paling signifikan di dunia. Kendati demikian, tim ekskavasi menegaskan bahwa kerja lapangan mereka belum usai. Proses dokumentasi dan studi forensik lanjutan akan terus digenjot untuk memastikan siapa saja individu yang ikut dikuburkan di dalam kompleks makam tersebut, sekaligus membedah konteks historisnya secara lebih mendalam.
Bagi Mesir, setiap jengkal tanah kuno yang berhasil digali adalah komoditas ekonomi berharga. Pemerintah berharap temuan Makam Paser ini bisa langsung menarik perhatian para pelancong global dan pencinta sejarah untuk berbondong-bondong datang ke Luxor tahun ini.






