Crispy

Honda Passport 2026 Ketika Honda Serius Menantang Alam Liar

Honda Passport 2026 adalah pernyataan sikap. Lebih kotak, lebih berotot, dan lebih berani, SUV ini lahir untuk mereka yang ingin melangkah lebih jauh dari sekadar jalan aspal—tanpa meninggalkan kenyamanan khas Honda.

WWW.JERNIH.CO – Ada masa ketika Honda dikenal sebagai produsen mobil rasional—andal, nyaman, efisien, tapi jarang memicu adrenalin. Passport 2026 menandai perubahan besar. Honda tidak lagi sekadar ikut tren SUV petualang, melainkan benar-benar masuk ke medan itu dengan percaya diri. Bahkan Honda sendiri menyebutnya sebagai “The Most Rugged Honda SUV Ever.” Klaim besar, yang kali ini terasa pantas.

Dari tampilan luar saja, Passport 2026 terasa seperti Honda yang “dewasa dan berani”. Siluetnya kini lebih kotak dan tegap, dengan garis bodi tegas dan fascia depan yang terlihat siap menghantam jalur tanah. Ini bukan SUV urban yang kebetulan diberi roof rack—ini SUV yang memang lahir dengan niat menjelajah.

Jika Honda Passport 2026 benar-benar dibawa ke alam liar Indonesia, karakter mesin dan transmisinya justru akan terasa pas—bukan berlebihan, tapi sangat relevan dengan kondisi nyata di lapangan.

Dengan mesin 3.5-liter DOHC V6 bertenaga 285 hp dan torsi 262 lb-ft (±355 Nm), Passport punya modal kuat untuk menghadapi medan khas Nusantara: tanjakan panjang, jalur tanah basah, hingga jalur berbatu dengan kecepatan rendah. Di jalur pegunungan seperti Dieng, Bromo, atau jalur hutan di Sumatra dan Kalimantan, tenaga ini terasa “isi”, bukan sekadar angka. Torsi muncul cukup awal dan disalurkan dengan halus, sehingga mobil tidak perlu meraung keras untuk menanjak—penting saat melewati jalan sempit, licin, atau berbatu.

Di tanjakan curam yang sering ditemui di desa-desa pegunungan Indonesia, karakter V6 naturally aspirated justru menjadi keunggulan. Tidak ada turbo lag, respons gas terasa instan dan mudah dikontrol. Ini membuat pengemudi lebih percaya diri saat harus berhenti lalu jalan kembali di tanjakan curam—situasi yang sering terjadi di jalur wisata alam atau akses camping ground.

Peran transmisi otomatis 10-percepatan juga sangat terasa di konteks Indonesia. Di jalur tanah atau pasir pantai seperti di Pantai Selatan Jawa atau pesisir Lombok, gir rendah bisa menahan putaran mesin tetap stabil, mengurangi risiko roda selip berlebihan. Sebaliknya, di jalan tol Trans-Jawa atau Trans-Sumatra, gir tinggi membuat mesin berputar lebih rendah, lebih senyap, dan relatif lebih efisien untuk SUV bermesin besar.

Yang menarik, kombinasi mesin dan transmisi ini membuat Passport terasa jinak saat santai, namun sigap saat dibutuhkan. Saat membawa keluarga dan barang penuh—misalnya tenda, galon air, peralatan masak, hingga sepeda—mobil tidak terasa “kepayahan”. Akselerasinya memang bukan untuk balapan, tetapi untuk kondisi Indonesia, justru terasa matang dan realistis.

Singkatnya, jika dipakai di alam liar Indonesia, spek ini tidak akan terasa mubazir. Honda Passport 2026 akan tampil sebagai SUV yang kuat untuk tanjakan, sabar di medan rusak, dan tetap nyaman di perjalanan jauh—karakter yang sangat cocok untuk petualangan Nusantara yang sering kali lebih soal ketahanan dan kontrol, bukan kecepatan ekstrem.

Yang membuat Passport 2026 benar-benar berbeda adalah cara tenaga itu disalurkan. i-VTM4 AWD generasi kedua memungkinkan distribusi torsi yang cerdas—hingga 70% ke roda belakang saat dibutuhkan. Dengan ground clearance sekitar 210 mm, Passport tak ragu melewati bebatuan, genangan, atau jalur tanah yang biasanya membuat SUV unibody berpikir dua kali.

Bab paling menarik tentu datang dari varian TrailSport. Di sinilah Honda berhenti setengah-setengah. Ban General Grabber All-Terrain, steel skid plates di bawah bodi, serta TrailWatc  camera system yang menampilkan kondisi tepat di depan roda menjadikan Passport terasa benar-benar siap masuk jalur off-road. Bukan SUV hardcore seperti 4Runner, tapi cukup tangguh untuk membuat pemiliknya berani mencoba.

Menariknya, begitu pintu dibuka, nuansa berubah drastis. Interior Passport 2026 adalah perpaduan antara ketangguhan visual dan kenyamanan khas Honda. Kabinnya terasa lapang dan rapi, dengan desain dashboard horizontal yang menegaskan kesan kokoh. Material soft-touch berpadu dengan aksen yang lebih “outdoor” pada TrailSport—bukan mewah berlebihan, tapi terasa kuat dan fungsional.

Layar head unit 12,3 inci dengan Google Built-in menjadi pusat kendali utama, responsif dan modern, sementara panel instrumen digital 10,2 inci menyajikan informasi dengan jelas, termasuk data berkendara dan mode AWD. Ergonomi tetap menjadi kekuatan Honda: posisi duduk nyaman, visibilitas luas, dan tombol-tombol penting masih mudah dijangkau tanpa harus mengalihkan perhatian dari jalan.

Sebagai SUV keluarga, Passport juga unggul soal kepraktisan. Ruang kargo sangat besar—lebih dari 2.300 liter saat kursi belakang dilipat—cukup untuk perlengkapan camping, sepeda, atau koper satu keluarga. Inilah SUV yang bisa dipakai antar anak sekolah di pagi hari, lalu berubah menjadi kendaraan petualang di akhir pekan.

Di arena persaingan, Honda Passport 2026 menempati posisi unik. Toyota 4Runner tetap lebih ekstrem dengan ladder frame-nya, Jeep Grand Cherokee unggul dalam citra dan kemewahan, sementara Subaru Outback Wilderness menawarkan efisiensi AWD yang pintar. Passport memilih jalan tengah: tidak terlalu keras, tidak terlalu lembek—cukup tangguh, tapi tetap rasional.

Soal harga, Passport 2026 memang bermain di segmen serius. Untuk pasar Amerika Utara, estimasinya untuk Honda Passport RTL: sekitar Rp766 juta. Sedang varian Passport TrailSport Elite: mendekati Rp895 juta

Harga yang tidak murah, tetapi sebanding dengan apa yang ditawarkan: mesin V6, AWD canggih, interior modern, dan kemampuan jelajah yang kini benar-benar nyata.

Pada akhirnya, Honda Passport 2026 bukan SUV yang berusaha menjadi paling ekstrem. Ia adalah SUV yang ingin menjadi paling seimbang—antara petualangan dan keluarga, antara jalur tanah dan jalan raya. Dan justru di situlah kekuatannya.(*)

BACA JUGA: Hyundai Nexo: Masa Depan Mobilitas dengan Hidrogen

Back to top button