Indonesia Jadi Negara ASEAN Pertama yang Kerahkan Sistem Rudal Balistik Taktis

- Tidak ada pengumuman resmi. Yang ada adalah display foto pengerahan rudal KHAN di Kaltim.
- Penempatan rudal KHAN di Kaltim memperluas radius serang Indonesia ke koridor maritim yang disengketakan.
JERNIH — Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mengerahkan sistem rudal balistik taktis, dengan menempatkan rudal KHAN buatan Turkiye di Kalimantan Timur.
The Asia Live menulis tonggal sejarah itu terungkap bukan melalui pengumuman resmi pemerintah Indonesia, tapi kemunculan serangkaian foto yang diunggah penggemar militer lokal pada 1 Agustus 2025. Foto-foto yang dibagikan di laman Facebook Sahabat Keris itu menggambarkan sistem rudal KHAN, yang kemudian dinamai ITBM-600 — terpasang pad sebuah transporter erector-launcher (TEL) di fasilitas Raipur A TNI AD, markas Batalyon Artileri Medan ke-18 di Kalimantan Timur.
ChannelNewsAsia memberitakan rudal balistik adalah rudal berpeluncur roket yang dapat membawa hulu ledak nuklir dan konvensional. Rudal KHAN 7,1m memiliki diameter 619 mm dan berdaya jangkau hingga 280 kilometer. Situs Roketsan, produsen rudal itu, menyebutkan KHAN memiliki akurasi probabilitas kesalahan melingkar di bawah 10 meter, memberikan dya tembak akurat dan efektif terhadap target strategis di medan tempur.
Target potensial KHAN adalah sistem artileri pertahanan udara, lokasi radal, dan fasilitas logistik. Situs berita Derence Security Asia menulis penempatan KHAN di Kalimantan Timur memperluas radius serang Indonesia ke koridor maritim yang disengketakan.
Meski bukan pengklaim Laut Cina Selatan, nine dash line — atau sembilan garis putus — Tiongkok, yang mengklaim sebagian besar perairan ZEE Indonesia di dekat Kepulauan Natuna yang kaya minyak dan gas adalah persoalan serius, dan tak terselesaikan.
Indonesia memesan KHAN tahun 2022, dan menjadi kekuatan miltier pertama di luar Turkiye yang menggunakan sistem rudal ini dalam inventarisnya. KHAN diaggap cocok untuk Indonesia karena sistem navigasi mode gandanya, yang memadukan navigasi inersia (INS) dengan koreksi satelit GPS dan GLONASS.
Soal kemampuan manuver, KHAN bukan rudal balistik garis lurus biasa. Rudal dilengkapi permukaan kendali penerbangan aerodinamis dan sistem aktuasi elektromekanis canggih. Rudal ini mampu melakukan manuver mengelak selama fase terminalnya, mengurangi risiko intersepsi dan meningkatkan probabilitas pembunuhan.






