Jadi Sorotan Media Asing: Longsor di Cisarua Tewaskan Tujuh Orang dan Puluhan Lainnya Hilang

JERNIH – Tim penyelamat masih mencari korban selamat setelah tanah longsor di wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang. Musibah ini turut mendapat sorotan media asing salah satunya Al Jazeera.
“Jumlah orang hilang cukup tinggi, kami akan mencoba mengoptimalkan upaya pencarian dan penyelamatan hari ini,” kata Abdul Muhari, juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Indonesia, pada hari Sabtu, mengutip media yang berbasis di Qatar itu.
Tanah longsor melanda desa Pasirlangu di Bandung Barat sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari . Arus deras air dan tanah gembur dari lereng Gunung Burangrang menghantam sekitar 30 rumah di desa tersebut saat sebagian besar penghuninya sedang tidur.
Kepala Kepolisian setempat, AY Yogaswara, mengatakan tanah longsor tersebut disertai banjir bandang. “Saat kejadian itu terjadi, warga mendengar suara gemuruh yang keras,” kata Yogaswara. Ia mengatakan bahwa TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para relawan, dan masyarakat setempat semuanya terlibat dalam upaya tanggap darurat.
Khawatir akan terjadinya tragedi lebih lanjut, pemerintah setempat telah memerintahkan evakuasi warga di daerah-daerah yang dikenal rawan longsor. Area yang terdampak longsor diperkirakan mencakup sekitar 30 hektar (74 acre).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia telah memperingatkan adanya cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat di provinsi Jawa Barat selama seminggu mulai Jumat, menurut laporan.
Banjir juga melanda 20 dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akibat meluapnya sungai Citarum dan Cibeet. Pejabat pemerintah daerah telah menyarankan warga yang tinggal di dekat sungai untuk segera mengungsi.
Bencana pada hari Sabtu ini terjadi setelah tanah longsor dan banjir mematikan bulan lalu yang menewaskan lebih dari 1.170 orang di provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh di Indonesia. Pemerintah telah mengajukan gugatan terhadap enam perusahaan atas kerusakan lingkungan yang diduga berkontribusi terhadap bencana mematikan tersebut.
Indonesia menghadapi peningkatan risiko bencana alam akibat perubahan lingkungan, termasuk deforestasi – yang sering dikaitkan dengan permintaan minyak sawit global – perubahan iklim dan naiknya permukaan laut.






