CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Mikel Oyarzabal Sang Pahlawan Senyap Spanyol

Sementara Austria sibuk mengunci Lamine Yamal, kapten Real Sociedad inilah yang menjelma jadi predator mematikan di kotak penalti. Dua gol membawa La Roja lolos.

WWW.JERNIH.CO –  Tim nasional Spanyol akhirnya menunjukkan performa kelas dunia yang dinanti-nanti publik pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Los Angeles. Menghadapi fisik kuat Austria, La Roja menang telak 3-0. Alih-alih nama-nama megabintang muda yang menghiasi papan skor, panggung utama malam itu sepenuhnya milik kapten loyal Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, yang memborong dua gol kemenangan.

Kerja sama taktis di sisi kiri pertahanan Spanyol menjadi kunci utama hancurnya lini belakang Austria. Kedua gol Oyarzabal lahir dari skema yang hampir serupa, berkat kejelian bek kiri Marc Cucurella.

Gol pertama terjadi pada menit ke-36, melalui penguasaan bola yang sabar dari lini tengah, Pedri melepaskan umpan melebar ke arah Cucurella yang menusuk di sisi kiri. Dengan akurat, Cucurella mengirimkan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Oyarzabal yang lolos dari pengawalan langsung menyambut bola dengan sepakan first-time mendatar yang bersarang mulus ke pojok gawang Austria.

Menjelang akhir babak kedua, setelah Pedro Porro sempat menggandakan keunggulan lewat sundulan di menit ke-66, Spanyol tidak mengendurkan serangan. Cucurella kembali melepaskan umpan silang tajam dari sisi kiri. Oyarzabal dengan insting predatornya merangsek maju dan menyontek bola masuk untuk mengunci kemenangan mutlak 3-0.

Bagi publik sepak bola umum, nama Oyarzabal mungkin tidak seberisik rekan setimnya yang glamor. Namun, di bawah asuhan Luis de la Fuente, namanya mencuat karena ia adalah tipikal pemain turnamen sejati yang efisien dan taktis.

Oyarzabal bukan striker murni bertubuh besar, melainkan penyerang modern yang sangat pintar mencari ruang kosong. Ketika pertahanan lawan fokus menutup pergerakan sayap kilat Spanyol, Oyarzabal muncul tiba-tiba di kotak penalti sebagai pemecah kebuntuan. Dengan koleksi 4 gol sejauh ini di Piala Dunia 2026, ia membuktikan diri sebagai tumpuan utama lini depan La Roja.

Mikel Oyarzabal adalah simbol kesetiaan modern. Ia menghabiskan seluruh karir profesionalnya bersama Real Sociedad sejak menembus tim akademi hingga kini menyandang ban kapten.

Pemain kelahiran Eibar, 21 April 1997 ini dikenal memiliki ketenangan luar biasa, eksekusi penalti yang dingin, dan fleksibilitas untuk bermain di sayap kiri maupun penyerang tengah. Karir internasionalnya juga gemilang; ia adalah pencetak gol kemenangan Spanyol di final Euro 2024 lalu.

Saat ini, nilai pasar Oyarzabal di bursa transfer berkisar di angka 40 hingga 45 juta Euro. Angka ini relatif stabil mengingat loyalitasnya yang tinggi pada Real Sociedad, di mana ia memiliki klausul rilis yang besar sehingga jarang terlibat dalam rumor transfer spekulatif.

Banyak penggemar bertanya-tanya mengapa sensasi muda Barcelona, Lamine Yamal, tidak se-meledak saat Euro sebelumnya. Sebenarnya, Yamal tidak bermain buruk—ia bahkan dinobatkan sebagai Player of the Match oleh FIFA dalam laga kontra Austria berkat kegigihannya mengacak-acak bek lawan di sisi sayap.

Namun, ada dua alasan utama mengapa namanya terkesan “kurang naik” secara statistic. Yamal baru saja pulih dari cedera hamstring yang dideritanya sejak pertengahan April. Pertandingan melawan Austria selama 85 menit ini adalah durasi bermain terlamanya dalam beberapa bulan terakhir. Tim pelatih Spanyol sengaja menjaga ritme bermainnya agar ia tidak kelelahan atau menderita cedera kambuhan.

Di Piala Dunia 2026, status Yamal bukan lagi kejutan. Setiap tim lawan, termasuk Austria, selalu menerapkan strategi bertahan berlapis khusus untuk mengunci pergerakan Yamal di sisi flang.

Taktik ini berhasil meredam agresivitas gol Yamal secara individu, namun di sisi lain, pengawalan ketat pada Yamal justru membuka ruang kosong di tengah kotak penalti yang sukses dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Australia Jadi Benteng Terakhir Asia Demi Harga Diri

Back to top button