Lintah Seragam

Di balik dinding tinggi, bayang-bayang saling bertukar mangkok!
Serigala bermahkota duduk menagih bagian dari tiap gigitan!
Tangga-tangga kekuasaan dijual murah pada jiwa yang berlutut!
Siapa ingin naik, harus serahkan sesaji dan mahkota kerdilnya!
Batu-batu jalan dan semen gedung basah oleh peluh yang diperas!
Uang-uang gelap meluncur di bawah meja, licin tanpa jejak!
Kalian kunyah saripati tanah ini sampai tulang-tulangnya retak!
Dapur-dapur rakyat dingin, sementara tungku kalian terus membara!
Di balik prasasti dan pita merah, ada belati yang merogoh saku!
Mata-mata serakah mengintai setiap sisa rupiah di piring tua!
Tangan-tangan licin berjabatan, membagi-bagi bangkai yang tersisa!
Kalian bangun singgasana di atas ratap yang tak terdengar!
Bukan pengayom, tapi benalu yang menggemukkan perut sendiri!
Nanti, jika dada kami meledak, tak ada tempat sembunyi bagi bau amismu!
Sekali ini aku berteriak: Hancur kau dikerubungi busukmu sendiri! (*)



