CrispyPersona

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Stephen Eustáquio Metronom Lini Tengah Kanada

Gol Eustaquio ke gawang Afrika Selatan kontan membawa namanya gemilang. Bak pahlawan yang membuat Kanada untuk kali pertama lolos menuju babak 16 besar.

WWW.JERNIH.CO –  Sepak bola Kanada tengah menikmati era emasnya, dan di jantung permainan mereka berdiri seorang jenderal lapangan tengah yang tenang namun mematikan: Stephen Antunes Eustáquio.

Lahir pada 21 Desember 1996 di Leamington, Ontario, pemain berusia 29 tahun ini telah menjelma menjadi figur krusial, baik bagi klubnya maupun tim nasional Kanada (CanMNT).

Dikenal dengan kecerdasan taktis, visi bermain yang mumpuni, serta jiwa kepemimpinan yang tinggi, Eustáquio sering kali dijuluki sebagai “pelatih di dalam lapangan.” Ia merupakan sosok metronom yang mengatur ritme permainan, memutus serangan lawan, sekaligus mengalirkan bola dengan akurasi tinggi ke lini depan.

Meskipun lahir di Kanada dari orang tua imigran asal Portugal, Eustáquio pindah kembali ke tanah leluhurnya, Nazaré, Portugal, saat masih berusia 7 tahun. Di sanalah bakat sepak bolanya ditempa melalui sistem kompetisi Eropa yang ketat.

Eustáquio memulai langkah profesionalnya dari divisi bawah Portugal bersama GD Nazarenos dan SCU Torreense. Bakatnya mulai tercium ketika ia membela Leixões di kasta kedua pada 2017, sebelum akhirnya direkrut oleh klub Primeira Liga, GD Chaves, pada awal tahun 2018.

Di awal 2019, ia mencoba tantangan baru dengan bergabung bersama klub raksasa Meksiko, Cruz Azul. Sayangnya, debutnya berujung petaka akibat cedera parah yang memaksanya absen selama delapan bulan.

Kembali ke Portugal menjadi keputusan terbaik dalam kariernya. Ia bersinar bersama Paços de Ferreira sebelum dipinang oleh raksasa FC Porto pada Januari 2022.

Bersama Porto, Eustáquio mencapai puncak karier klubnya dengan mencatatkan lebih dari 150 penampilan, mencetak 12 gol, dan merengkuh berbagai trofi bergengsi seperti Primeira Liga (2021–22), tiga gelar Taça de Portugal, serta mencicipi ketatnya kompetisi UEFA Champions League.

Pada Februari 2026, Eustáquio memutuskan hijrah ke Major League Soccer (MLS) untuk bergabung dengan Los Angeles FC (LAFC) dengan status pinjaman dari Porto, memperkuat barisan bintang klub Amerika Serikat tersebut menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.

Di level internasional, Eustáquio sempat membela timnas Portugal U-21. Namun, pada 2019 ia memilih untuk setia membela negara kelahirannya, Kanada. Ia menjadi bagian penting Kanada di Piala Dunia 2022, membawa timnya finis peringkat keempat di Copa América 2024, hingga kini menjabat sebagai wakil kapten utama.

Sebagai salah satu gelandang elite di wilayah CONCACAF, Stephen Eustáquio memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. Berdasarkan pembaruan data per Juni 2026, nilai pasar (market value) Eustáquio berada di angka Rp122,4 miliar.

Selain itu, klausul rilis kontraknya saat berada di FC Porto dilaporkan menyentuh angka fantastis, sekitar Rp1,22 triliun.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Sejarah Baru, Kanada Lolos ke 16 Besar!

Back to top button