Crispy

Julian Brandt Siap Tinggalkan Dortmund

 
Kepergian Brandt akan meninggalkan lubang kreativitas di Dortmund, namun bagi sang pemain, status bebas transfer pada musim panas 2026 adalah tiket emas untuk bergabung dengan klub elit Eropa lainnya.

WWW.JERNIH.CO –  Gelandang kreatif andalan Borussia Dortmund, Julian Brandt, dipastikan akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini menandai berakhirnya era tujuh tahun pengabdian pemain bernomor punggung 10 tersebut di Westfalenstadion.

Direktur Olahraga Dortmund, Lars Ricken, telah mengonfirmasi bahwa kontrak Brandt yang berakhir pada Juni 2026 tidak akan diperpanjang. Keputusan ini diambil melalui diskusi terbuka yang penuh rasa hormat antara pihak klub dan pemain.

Alasan utama di balik perpisahan ini adalah strategi reorientasi skuad. Dortmund, di bawah asuhan pelatih Niko Kovac, tengah melakukan peremajaan dan perubahan taktis. Di sisi lain, Brandt yang akan menginjak usia 30 tahun pada Mei mendatang, dipandang sebagai sosok yang sudah memberikan segalanya namun membutuhkan tantangan baru sebelum memasuki masa senja kariernya.

Perpisahan ini dianggap sebagai peluang “menang-menang” (win-win solution) bagi kedua belah pihak untuk memulai lembaran baru.

Sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada 2019 seharga Rp 437,5 miliar Brandt telah menjadi pilar penting. Hingga Maret 2026, ia telah mencatatkan hampir 300 penampilan dengan kontribusi 56 gol dan lebih dari 60 assist.

Statistik Brandt musim 2025/2026 tetap solid meskipun ia sering masuk sebagai pemain pengganti. Ia mencetak 10 gol di semua kompetisi (6 di Bundesliga, 3 di Liga Champions) plus 4 assist.

Ia tetap menjadi salah satu pencipta peluang terbanyak bagi Dortmund, terutama melalui umpan-umpan terobosan (through balls) yang mematikan.

Meskipun sering dikritik karena inkonsistensi, Brandt adalah pemain yang membawa Dortmund mencapai dua final Liga Champions selama masa baktinya dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan DFB-Pokal.

Brandt adalah salah satu pemain dengan pendapatan tertinggi di Dortmund. Ia diperkirakan menerima gaji sekitar Rp 122,5 miliar net per musim (belum termasuk bonus). Angka ini menjadi poin krusial dalam negosiasi transfernya ke klub lain. Jika dibedah lebih dalam, Brandt menerima sekitar Rp10,2 Miliar per bulan atau Rp2,3 Miliar per minggu.

Nilai pasar Brandt saat ini berada di kisaran Rp262,5 miliar hingga Rp350 miliar. Namun, karena ia akan berstatus free agent pada musim panas 2026, klub peminat bisa mendapatkannya secara gratis, yang tentu saja meningkatkan daya tariknya di pasar transfer.

Inter Milan dilaporkan sangat tertarik untuk memboyong Brandt ke Serie A. Manajemen Nerazzurri mengagumi profil teknis Brandt yang dianggap cocok untuk memperkuat lini tengah mereka. Namun, ada tembok besar yang menghalangi: struktur gaji.

Inter Milan, di bawah kepemilikan Oaktree, menerapkan kebijakan penghematan dan struktur gaji yang ketat. Gaji Brandt sebesar Rp 122,5 miliar per musim dianggap terlalu mahal bagi Inter. Sebagai perbandingan, hanya kapten Lautaro Martinez yang memiliki gaji di atas angka tersebut. Jika Brandt tidak bersedia memotong gajinya secara signifikan, kepindahannya ke San Siro kemungkinan besar akan kandas.

Apa yang membuat Brandt tetap menjadi komoditas panas meskipun usianya hampir 30 tahun?

Kemampuannya melepaskan umpan terobosan (incisive passes) sangat luar biasa. Ia adalah tipe “gelandang cerdas” yang bisa membaca celah pertahanan lawan sebelum pemain lain menyadarinya.

Brandt bisa bermain di banyak posisi; gelandang serang tengah (nomor 10), pemain sayap kiri, hingga peran box-to-box (nomor 8).

Sentuhan pertamanya sering kali membuat lawan mati kutu. Ia memiliki kemampuan dribel yang tenang di bawah tekanan.

Menariknya, Brandt adalah pemain yang sangat bersih. Ia jarang mendapatkan kartu kuning (tercatat pernah menjalani lebih dari 200 laga Bundesliga tanpa satu pun kartu kuning) dan jarang melakukan pelanggaran keras.(*)

BACA JUGA: Para Penyelamat Posisi Dortmund

Back to top button