Sebanyak 17.447 Jemaah Umrah RI Berhasil Pulang dari Pusaran Konflik AS-Iran

JERNIH – Di tengah langit Timur Tengah yang mencekam akibat eskalasi militer antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah operasi pemulangan besar-besaran jemaah umrah asal Indonesia terus berlangsung. Hingga Senin (9/3/2026), Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah mencatat sebanyak 17.447 jemaah telah berhasil diterbangkan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Pemulangan ini menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia mengingat dinamika keamanan kawasan yang semakin tidak menentu setelah serangan udara besar-besaran melanda kawasan tersebut dalam dua pekan terakhir.
Staf Teknis Haji KUH Jeddah, M. Ilham Effendy, menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan melekat dan pendampingan nonstop di Bandara Internasional King Abdulaziz. Meski ribuan orang sudah pulang, tantangan belum usai.
Data Satgas Bandara per 7 Maret 2026 mencatat masih ada 341 jemaah yang tertahan jadwal kepulangannya. Untuk sementara, para jemaah ini diistirahatkan di sejumlah hotel di Jeddah dan Makkah sembari menunggu kepastian slot penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan segera selesai tanpa membebani jemaah dengan biaya tambahan,” ujar Ilham dalam keterangan resminya.
Proses evakuasi dan pemulangan rutin ini melibatkan kerja sama lintas maskapai. Nama-nama besar seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines (Saudia), Lion Air, hingga IndiGo terus berupaya menembus keterbatasan jadwal akibat penutupan wilayah udara di beberapa titik konflik.
Pada akhir pekan kemarin saja, sebanyak 1.665 jemaah berhasil dijadwalkan terbang kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, telah mengeluarkan imbauan keras bagi calon jemaah yang masih berada di Indonesia. Mengingat eskalasi yang kian memanas, pemerintah meminta masyarakat untuk menunda jadwal keberangkatan umrah.
“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” tegas Dahnil.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan negara (perlindungan WNI) agar tidak ada warga negara Indonesia yang terjebak di tengah situasi perang yang membahayakan nyawa.
Data Terkini Kepulangan Jemaah (Per 9 Maret 2026):
| Keterangan | Jumlah |
| Total Berhasil Pulang | 17.447 Jemaah |
| Jemaah Menunggu Jadwal (Jeddah/Makkah) | 341 Jemaah |
| Jemaah Terjadwal Terbang (9 Maret) | 1.665 Jemaah |
| Maskapai Terlibat | Garuda, Saudia, Lion Air, IndiGo |






