Crispy

Kenton Cool Pendaki Non-Nepal yang Memuncaki Everest 20 Kali

Dari vonis kelumpuhan hingga mengukir rekor dunia di atap dunia, Kenton Cool membuktikan bahwa batas kemampuan manusia hanya sejauh tekadnya.

WWW.JERNIH.CO –  Di dasar atap dunia, angin Himalaya meraung menembus lapisan es yang membeku, memperingatkan siapa pun akan bahaya menantang marwah ketinggian. Namun bagi Kenton Cool, lanskap berbahaya itu adalah rumah kedua. Pendaki gunung profesional kelahiran Slough, Inggris, 30 Juli 1973 ini telah mengukir namanya dengan tinta emas dalam sejarah alpinisme dunia.

Ia mengabadikan diri sebagai pendaki non-Nepal pertama dan satu-satunya yang berhasil memijakkan kaki di puncak Gunung Everest sebanyak 20 kali. Di tengah dominasi para pemandu lokal Nepal yang tangguh seperti Kami Rita Sherpa, Kenton berdiri sejajar, memecahkan batas kemampuan fisik manusia barat dengan sertifikasi IFMGA di pundaknya, keberhasilan menyelesaikan Seven Summits, hingga rekor meluncur dengan ski dari dua puncak berketinggian lebih dari 8.000 meter (Cho Oyu dan Manaslu).

Namun, ketangguhan itu lahir dari puing-puing tragedi. Kecintaannya pada tebing yang bermula dari Pramuka dan diperdalam saat berstatus mahasiswa Geologi di Leeds University hampir karam pada tahun 1996. Sebuah kecelakaan fatal di Wales Utara meremukkan kedua tulang tumitnya (calcaneus), hingga vonis medis menyatakan ia mungkin tak akan pernah bisa berjalan normal tanpa bantuan tongkat seumur hidupnya.

Menolak tunduk pada vonis tersebut, Kenton melewati masa rehabilitasi fisik dan mental yang menyiksa selama setahun. Dengan ketabahan luar biasa, ia membuktikan bahwa kerapuhan tubuh mampu dilipatgandakan oleh tekad jiwa, mengantarkannya melangkah dari jurang keputusasaan menuju kaki Everest pada musim semi 2004.

Langkah pertamanya di puncak Everest pada tahun 2004 membuka gerbang kisah asmara panjangnya dengan Himalaya. Pendakian demi pendakian menjelma menjadi hamparan kisah epik dalam wujud paragraf naratif. Pada tahun 2007, ia mengejutkan dunia alpinisme dengan menaklukkan puncak dua kali hanya dalam rentang satu minggu, menunjukkan kemampuan aklimatisasi dan ketahanan fisik yang langka.

Jiwa kepemimpinannya teruji saat membimbing penjelajah legendaris Sir Ranulph Fiennes mencapai puncak pada 2008 dan 2009, menyatukan ketangguhan dua generasi pendaki. Puncak prestasinya terpatri pada tahun 2013, tatkala Kenton mencatatkan sejarah monumental sebagai manusia pertama yang berhasil menyelesaikan Everest Triple Crown—memanjat Nuptse, Everest, dan Lhotse dalam satu kali dorongan (single push) tanpa pernah kembali ke Basecamp.

Keajekan Kenton terus teruji pada rentang tahun 2016 hingga 2023, di mana ia secara konsisten memandu klien internasional menembus Death Zone sembari melampaui rekornya sendiri dari pendakian ke-12 hingga ke-17. Konsistensi tersebut melaju tanpa henti hingga Mei 2024 saat ia menggapai puncaknya yang ke-18, disusul pendakian ke-19 pada 18 Mei 2025.

Puncak dari perjalanan legendaris ini terukir pada 22 Mei 2026 dini hari, di mana Kenton menggapai puncak Everest untuk ke-20 kalinya. Dalam pendakian bersejarah itu, ia melangkah berdampingan dengan mitra pemandu Sherpa setianya, Dorjee Gyelzen—sebuah perpaduan persahabatan sejati di mana Dorjee sendiri mencatatkan puncaknya yang ke-25.

Kini, jejak langkah Kenton tidak lagi hanya meninggalkan jejak di atas es dan salju abadi. Melalui lembaga In Cool Company yang didirikannya, ia mentransformasikan pengalaman berharga dari zona batas antara hidup dan mati menjadi pelajaran berharga bagi jajaran eksekutif dunia.

Sebagai pembicara motivasional global, ia membawa filosofi kepemimpinan, manajemen risiko ekstrem, serta ketahanan mental di Death Zone ke dalam ruang-ruang rapat perusahaan. Targetnya kini telah bertransformasi: ia tak lagi bernafsu mengejar deretan angka di Everest, melainkan mendedikasikan hidupnya untuk menginspirasi generasi muda agar berani melompati batasan diri, terus memandu pemanjatan teknis di Alpen dan Himalaya, serta menyerukan kampanye pendakian yang aman, etis, dan berkelanjutan bagi kelestarian atap dunia. (*)

BACA JUGA: Raja Everest! Kami Rita Sherpa Pecahkan Rekor 32 Kali Puncak

Back to top button