Crispy

Langkah Bersejarah Janice Tjen Kandas oleh Dominasi Amanda Anisimova di Dubai 2026

Mimpi Janice Tjen untuk melangkah lebih jauh di WTA 1000 Dubai akhirnya menemui tembok besar. Tembok itu adalah Amanda Anisimova.

WWW.JERNIH.CO –  Pertandingan babak 16 besar Dubai Tennis Championships 2026 antara petenis harapan Indonesia, Janice Tjen, melawan unggulan kedua asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, menjadi salah satu sorotan utama di Aviation Club Tennis Centre. Meski Janice datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan mantan finalis US Open, Leylah Fernandez, ia harus mengakui keunggulan Anisimova yang tampil sangat dominan. Janice kalah dengan skor 2-6, 3-6 dalam laga yang berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026.

Laga ini sebenarnya menjadi pembuktian bagi Janice bahwa ia mampu bersaing di level WTA 1000. Namun, Anisimova, yang menduduki peringkat 4 dunia, menunjukkan mengapa ia menjadi salah satu favorit juara. Sejak set pertama dimulai, petenis Amerika itu langsung memberikan tekanan lewat pukulan-pukulan groundstroke yang tajam dan akurat. Janice sempat mencoba memberikan perlawanan dan menunjukkan ketenangan di beberapa momen krusial, namun efisiensi permainan Anisimova sulit untuk dibendung.

Kekalahan Janice dalam pertandingan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan statistik dan pengamatan di lapangan, terdapat beberapa faktor teknis dan non-teknis yang menjadi pembeda.

Perbedaan efektivitas servis menjadi faktor paling mencolok. Anisimova mencatatkan persentase raihan poin servis pertama hingga 80%, sementara Janice hanya mampu meraih 52%. Rendahnya angka ini membuat Janice sering kali berada dalam posisi bertahan sejak pukulan pertama.

Janice mencatatkan 6 double faults, lebih banyak dibandingkan Anisimova yang melakukan 4 kali. Di level setinggi ini, kesalahan servis ganda di poin-poin kritis sangat merugikan momentum pemain.

Anisimova bermain sangat agresif dan mampu mengonversi 6 dari 8 peluang break point yang didapatnya. Sebaliknya, Janice hanya berhasil memanfaatkan 2 dari 7 peluang break point. Ketidakmampuan Janice untuk memaksimalkan peluang saat Anisimova melakukan kesalahan kecil membuat jarak skor terus melebar.

Pertandingan yang digelar tepat pada siang hari di bawah terik matahari Dubai menguras stamina kedua pemain. Namun, Anisimova yang mendapatkan keuntungan walkover di babak sebelumnya (karena mundurnya Barbora Krejcikova) tampil lebih bugar dibandingkan Janice yang harus berjuang keras di babak-babak awal, baik di nomor tunggal maupun ganda.

Pada set kedua, Janice sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan unggul 2-0 lebih dulu. Ia bermain lebih berani dan memaksa Anisimova melakukan beberapa kesalahan. Namun, mentalitas juara Anisimova berbicara; ia segera meningkatkan tempo permainan dan memenangi lima gim secara beruntun. Kekuatan fisik dan jangkauan bola Anisimova membuat Janice sering kali “pontang-panting” di garis belakang lapangan.

Meski terhenti di babak 16 besar, pencapaian Janice Tjen di Dubai 2026 tetap menjadi catatan sejarah positif bagi tenis Indonesia. Mampu menembus fase gugur di turnamen level WTA 1000 dan bersaing dengan pemain top 5 dunia adalah bukti bahwa Janice memiliki potensi besar untuk terus merangkak naik di peringkat WTA.(*)

BACA JUGA: Janice Tjen Taklukkan Dayana Yastremska Dua Set Langsung

Back to top button