Crispy

Liverpool Vs Brighton, Sebuah Drama Emosi Internal The Reds

Kemenangan atas Brighton adalah penegasan bahwa magi Anfield masih bersemayam, dan Sang Raja Mesir tetap memegang kunci untuk membangkitkannya.

WWW.JERNIH.CO –  Anfield meledak dalam euforia pada Sabtu malam (13/12/2025), bukan hanya karena kemenangan krusial 2-0 Liverpool atas Brighton & Hove Albion, tetapi karena kembalinya sang mega bintang, Mohamed Salah. Dalam balutan drama perselisihan dengan manajer Arne Slot dan serangkaian hasil minor tim, kemenangan ini terasa seperti hujan di padang pasir, menandai titik balik yang didambakan The Reds.

Sang Raja sempat diselimuti awan perselisihan dengan manajer Arne Slot. Setelah serangkaian hasil minor yang menyesakkan, kemenangan ini hadir bak hujan di padang pasir, sebuah titik balik yang didambakan, yang menegaskan bahwa kesetiaan dan bakat akan selalu menemukan jalan pulang.

The Reds memasuki arena di bawah tekanan yang nyaris tak tertahankan. Isu internal—ketegangan yang membuat Salah absen di beberapa laga terakhir—menjadikan kemenangan sebuah keharusan, sebuah janji yang harus ditepati kepada The Kop.

The Kop adalah nama panggilan yang legendaris untuk salah satu tribun penonton di stadion Anfield, markas besar klub sepak bola Liverpool FC. Namun, The Kop lebih dari sekadar tribun; ia adalah simbol, jantung emosional klub, dan rumah bagi para penggemar Liverpool yang paling vokal dan bersemangat.

 Beruntung, energi cepat langsung memotong ketegangan itu. Hanya dalam hitungan detik, Hugo Ekitike mencetak gol pembuka di menit pertama, gol tercepat musim itu, seolah merobek awan kelabu. Namun, meski unggul, sorot mata tetap tertuju pada bangku cadangan, tempat sang maestro duduk, menunggu panggilannya.

Panggilan itu datang dengan takdir yang tak terhindarkan. Di menit ke-26, cedera memaksa Arne Slot membuat keputusan: memasukkan Mohamed Salah.

Ketika ia berdiri di pinggir lapangan, Anfield meledak. Teriakan “Mo Salah! Mo Salah!” menggema, bukan cuma sorakan kerinduan, melainkan sebuah deklarasi cinta abadi dari pendukung kepada pujaan suci mereka. Ini adalah dukungan tulus, sebuah pelukan kolektif yang merangkul sang pemain di tengah badai kritik. Drama pun berganti menjadi romansa, di mana pemain dan pendukung menegaskan ikatan yang melampaui konflik manajerial.

Bakat Salah segera membalas kepercayaan itu. Ia tidak hanya masuk; ia mengubah jalannya pertandingan. Di menit ke-60, dengan ketepatan seorang penyair, Salah mengeksekusi sepak pojok yang terukur dan mematikan, sebuah assist sempurna yang disundul Ekitike untuk menyarangkan bola ke gawang Brighton. Gol!

Momen itu, yang membawanya memecahkan rekor keterlibatan gol terbanyak di Premier League untuk satu klub, melampaui legenda Wayne Rooney, adalah penebusan diri yang dramatis. Ia membuktikan, dalam momen singkat, bahwa perannya tak tergantikan dan keajaibannya adalah jawaban terbaik atas setiap keraguan.

Saat laga mendekati akhir, suasana berubah menjadi momen perpisahan yang sarat makna. Pertandingan melawan Brighton adalah laga terakhirnya sebelum ia terbang untuk membela Mesir di Piala Afrika 2025. Ketika ia ditarik keluar, gemuruh tepuk tangan dan nyanyian heroik dari The Kop mengiringi langkahnya.

Bukan perpisahan permanen, melainkan farewell sementara yang emosional. Para pendukung, dengan suara lantang, mengirimkan pesan kolektif: “Kami bersamamu, Mo.” Ikatan antara Salah dan Liverpudlian (sebutan untuk orang-orang yang berasal dari, tinggal, atau lahir di kota Liverpool, Inggris) adalah sumpah setia yang terjalin erat, melampaui strategi pelatih.

Kemenangan 2-0 ini, setelah beberapa kali tertatih-tatih, adalah kemenangan dramatis yang mengembalikan martabat tim. Di tengah badai, Mo Salah—yang datang dari bangku cadangan—menjadi pahlawan yang tak terhindarkan. Pujian tulus dari rekan setimnya, Hugo Ekitike, yang menyebutnya “legenda” dan “panutan,” menyempurnakan narasi comeback yang romantis ini.

Mungkin Slot memang harus kembali berpikir tentang Salah. Tidak salah menurunkan Salah di saat menguji kebenaran strateginya, yang belum teruji.(*)

BACA JUGA: Mo Salah Cetak Hat-trick Tercepat Dalam Sejarah Liga Champions

Back to top button