Crispy

Membunuh Ayatollah Ali Khamenei, Meruntuhkan Rezim Teokratis Iran?

  • IRGC telah memutuskan siapa pemimpin tertinggi Iran jika Ayatollah Ali Khamenei terbunuh. Keputusan itu diambil setelah serangan pertama Israel terhadap Iran, Juni 2025.
  • Israel percaya pembunuhan Khamenei akah mengakhiri era 47 tahun Republik Islam Iran.

JERNIH — Israel dan AS percaya fondasi Republik Islam Iran adalah Ayatollah Ali Khamenei — pemimpin tertinggi dan pemimpin spiritual dalam hirarki Shiah. Membunuh Ayatollah Ali Khamenei adalah akan meruntuhkan rezim Iran saat ini.

Kini, Israel dan AS mewujudkan keinginan itu. Ayatollah Ali Khamenei tewas bersama putri, cucu, dan menantu perempuan dan laki-laki, dalam serangan rudal presisi tinggi.

Presiden AS Donald Trump dengan bangga mengumumkan keberhasilan membunuh Ali Khamenei. Di Tel Aviv, petinggi militer dan politik Yahudi merayakan sukses itu.

“Israel yang paling mementingkan pembunuhan Khamenei,” kata Trita Parsi dari Quinci Institute di Washington kepada AFP. “Israel percaya pembunuhan Khamenei akah mengakhiri era 47 tahun Republik Islam Iran.”

Jika republik teokratis Iran bertahan, masih menurut Parsi, simbolisme pembunuhan Khamenei masih sangat penting.

Kepentingan AS

Trump, dalam unggahan media sosial, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai kesempatan besar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.

Parsi mengatakan yang diharapkan AS dan Israel adalam dampak pembunuhan Khamenei terhadap militer Iran, terutama Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). AS berharap rakyat Iran melihat kemataian Khamenei sebagai peluang menyingkirkan teokrasi, dan elemen-elemen baru mengambil alih sistem yang sama.

Washington, juga Israel, percaya rezim baru di Iran — yang tentu saja bukan teokratis — lebih lebih mudah dibujuk untuk bersepakat dalam hal apa pun.

Menurut Parsi, Trup sebenarnya etlah mencapai jauh lebih banyak dari sekedar ditawarkan Iran kepada Obama. Trump bisa dengan mudah menyatakan kemenangannya.

Namun, masih menurut Parsi, Trump lebih suka mengubah rezim, penyerahan diri, dan menghina Iran di mata dunia. Trump tidak akan mendapatkan hal itu. Pemimpin Iran selanjutnya tidak akan menerima penyerahan diri yang memalukan, apalagi jika harus kembali situasi sebelum revolusi 1979.

Skeptis

Eyal Mayroz, dosen senior di Universitas Sydney, skeptis akan terjadinya pergantian rezim dari udara. Artinya, perubahan di Iran tidak akan terjadi hanya dengan pemboman, tapi lewat penerjunan pasukan darat.

“Itu pun sangat tergantung situasi di Iran. Bukan pada rakyat Iran, tapi beberapa elemen di dalam IRGC yang ingin melakukan perubahan,” kata Mayroz.

Yang dilakukan AS dan Israel adalah membatu rakyat Iran mengubah rezim. Jika tidak berhasil, itu disebabkan rakyat Iran tidak melakukan bagian yang harus mereka lakukan.

Respon Pengikut Shiah

Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya pemimpin spiritual Iran, tapi juga Muslim Shiah di sejumlah negara Teluk; Irak, UEA, Bahrain, Arab Saudi, dan Pakistan. Bukan tidak mungkin pembunuhan Khamenei berisiko meningkatkan eskalasi konflik.

Dalam 24 jam pertama sejak serangan Israel-AS, Iran membalas dengan menyerag pangkalan-pangkalan militer Paman Sam di sejumlah negaera Teluk, kecuali Oman. Sesuatu yang belum pernah dilakukan Iran. Jam-jam berikut mungkin akan membuat AS sibuk mengatasi serangan rudal Iran.

Mayroz mengatakan serangan balasan itu telah direncanakan. Iran, katanya, telah belajar dari serangan sebelumnya. Iran mendesentralisasikan pengambilan keputusan, dan itu terlihat dengan cepatnya serangan balasan.

Siapa Pengganti Khamenei?

Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Yang pasti, siapa pun penggantinya, Israel dan AS akan berupaya membunuhnya lagi, seperti yang mereka lakukan terhadap pemimpin Hizbullah di Lebanon atau pemimpin Hamas di Gaza.

Jika Iran menunjuk pengganti Ali Khamenei, upaya AS dan Israel meruntuhkan rezim teokratis dipastikan gagal. Iran, dengan basisnya di Qom, punya banyak pengganti Khamanei.

Parsi yakin ulama Shiah telah memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi Iran jika Khamenei terbunuh, dan keputusan itu sangat dirahasiakan.

Khamenei bisa saja digantikan satu individu, tapi bukan tidak mungkin digantikan oleh dewan sesuai konstitusi Iran.

Back to top button