Crispy

Militer AS Targetkan Tanker Minyak Iran

JERNIH — Tensi militer di kawasan Timur Tengah melonjak drastis setelah Komando Pusat Amerika Serikat (US Centcom) melancarkan serangan balasan yang menargetkan tiga kapal tanker minyak milik Iran di kawasan Teluk Oman. Langkah agresif ini diambil Washington sebagai respons langsung atas serangan militer Teheran terhadap dua kapal perang Angkatan Laut AS (US Navy).

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (5/9/2026), Centcom mengonfirmasi telah melumpuhkan secara permanen (permanently disabled) dua tanker di dekat Pulau Kharg dan Kota Jask, serta menghancurkan (completely destroyed) satu tanker lainnya di perairan Teluk Oman.

Serangan ini menyasar titik-titik krusial infrastruktur ekspor energi Iran. Pulau Kharg dikenal sebagai hub paling vital bagi ekonomi Teheran, mengingat area tersebut mengelola sekitar 90% pengapalan minyak mentah negara tersebut ke pasar global.

Media pemerintah Iran, IRIB, mengonfirmasi terjadinya sederet ledakan di dekat Pulau Kharg pada Sabtu pagi dan menuding Washington melancarkan serangan terencana. Pihak otoritas tanggap darurat setempat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden di dekat Pulau Kharg, dan kobaran api berhasil dipadamkan dalam kurun waktu satu jam.

Centcom mengungkapkan bahwa kapal induk (aircraft carrier) dan kapal perusak (destroyer) milik AS sebelumnya berhasil menggagalkan serangkaian penyerangan dari pihak Iran tanpa provokasi saat beroperasi di perairan regional. Pimpinan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, menyampaikan peringatan keras dan terbuka kepada Garda Revolusi Iran (IRGC) atas aksi balasan tersebut.

“Biar pesan ini jelas bagi IRGC: jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan mengenakan beban ekonomi yang jauh lebih tinggi dengan menumbangkan tiga kapal Anda,” tegas Laksamana Brad Cooper. “Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika dan, jika diperlukan, memusnahkan armada minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan rentan tersebut.”

Aksi saling balas ini menandai berlanjutnya kembali operasi militer AS terhadap sasaran Iran sejak Minggu lalu, mengakhiri jeda relatif setelah proses negosiasi diplomatik kedua negara menemui jalan buntu.

Dalam sepekan terakhir, Iran juga mengklaim telah menggempur sejumlah pangkalan militer yang menampung aset-aset AS di Bahrain, Kuwait, Yordania, hingga Uni Emirat Arab (UEA). Aksi penyerangan terhadap armada kapal tanker ini dinilai para analis akan membawa dampak siginifikan pada stabilitas pasokan energi dunia serta risiko eskalasi perang terbuka yang lebih luas di jalur pelayaran vital Teluk Oman.

Back to top button