Militer Israel Culik Empat Anak dari Quneitra, Suriah

JERNIH – Pasukan Israel telah menculik empat anak saat mereka menggembalakan domba dari daerah pedesaan Provinsi Quneitra di Suriah di tengah serangan yang terus berlanjut ke wilayah barat daya negara itu.
Menurut kantor berita negara Suriah SANA, tiga anak diculik dari Desa al-Ashah dan satu lagi dari Desa al-Asbah di dekatnya, di selatan Quneitra. Keempat orang tersebut dilaporkan diculik oleh tentara Israel saat menggembalakan domba di dekat pangkalan Tal Ahmar, sebuah fasilitas militer yang didirikan setelah Israel menduduki bukit strategis tersebut.
Jurnalis Nour al-Hassan kepada The New Arab mengatakan, anak-anak tersebut dibawa ke lokasi militer Israel. Israel belum mengeluarkan pernyataan atau memberikan penjelasan apa pun terkait penangkapan tersebut.
Penculikan tersebut bertepatan dengan penyusupan yang melibatkan sepuluh kendaraan militer Israel memasuki kota Bir Ajam di wilayah tengah Quneitra pada Minggu pagi. Setidaknya lima kendaraan militer tambahan terlihat di daerah Wadi al-Raqad dekat desa Jamla di provinsi Daraa bagian barat, seiring dengan penguatan posisi Israel di daerah tersebut.
Sejak jatuhnya diktator Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel secara teratur melakukan serangan ke wilayah Suriah di luar Dataran Tinggi Golan yang telah mereka duduki sejak 1967.
Secara sepihak, Israel mengklaim bahwa perjanjian pelepasan pasukan antara Suriah dan Israel yang dimediasi PBB pada 1974 dan menetapkan zona penyangga, tidak lagi berlaku. Ini memperkuat posisi Israel di Dataran Tinggi Golan yang telah didudukinya sejak tahun 1967.
Israel telah mendirikan pos pemeriksaan di Provinsi Quneitra dan Daraa dan menahan puluhan warga Suriah, beberapa di antaranya berakhir di pusat penahanan yang terkenal kejam seperti Sde Teiman, tempat warga Palestina dilecehkan dan disiksa oleh penjaga Israel.






