Crispy

Muriopol Hancur Total tapi Ukraina Menolak Menyerah

  • Rusia menjanjikan semua yang berada di dalam kota keluar dengan aman.
  • Ukraina tak butuh waktu lama menjawab ultimatum Rusia, dengan mengatakan tidak akan menyerah.

JERNIH — Ukraina menolak tegas permintaan Rusia agar pasukan mereka di Muriopol meletakan senjata dan mengibarkan bendera putih, sebagai gantinya seluruh penduduk yang tersisa berjalan aman ke luar kota pelabuhan yang terkepung itu.

Kantor berita Interfax Ukraina memberitakan Walikota Muriopol Piotr Andryushchenko tidak menunggu waktu lama untuk menjawab tawaran Rusia. Tanggapan disampaikan dalam postingan Facebook.

Rusia memberi batas waktu sampai pukul 05:00 pagi waktu Moskwa, tapi Walikota Andryushchenko membalas ultimatum itu kurang dari satu jam.

“Tidak ada pembicaraan tentang penyerahan diri dan peletakan senjata,” kata seroang pejabat Muriopol.

Wakil PM Ukraina Irina Vereschuk mengatakan kepada Pravda Ukraina; “Kami telah memberi tahu pihak Rusia tentang ini.”

Ria Novosti, kantor berita Rusia memberitakan Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan pihak berwenang di Muriopol akan kemungkinan mereka menghadapi pengadilan militer jika berpihak kepada ‘bandit’ — demikian Rusia menyebut pihak yang melakukan perlawanan di kota pelabuhan itu.

Muriopol kini terputus dari dunia luar. Pasokan listrik, air, dan makanan, terputus. Penduduk dan tentara Ukraina terjerumus ke dalam pertarungan paling menentukan untuk bertahan hidup.

Pejabat Muriopol mengatakan korban tewas mencapai 2.300. Korban terakhir jatuh ketika sekola seni, tempat sejumlah warga sipil berlindung, dibom.

“Yang terjadi di Muriopol adalah kejahatan perang besar-besaran,” kata kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Upaya evakuasi warga sipil Muriopol gagal, karena bom Rusia terus berjatuhan seolah tanpa henti. Beberapa yang selamat dari neraka Muriopol menangis ketika berjumlah dengan kerabat di Lviv.

“Pertempuran terjadi di setiap jalan,” kata Olga Nikitina, yang dipeluk kakanya saat turun dari kereta. “Tembakan menerpa jendela. Apartemen itu di bawah titik beku.”

Muriopol adalah target utama. Kejatuhan kota ini memungkinkan pasukan Rusia di selatan dan timur menyatu. Namun pengamat Barat mengatakan tidak ada jaminan Rusia leluasa bergerak ke kota lain jika Muriopol jatuh.

Back to top button