Crispy

Netanyahu Lempar Isu Panas, Tuding Iran Coba Eksekusi Salah Satu Putranya

JERNIH — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memicu kontroversi di tengah ketegangan geopolitik dan panasnya persaingan politik domestik. Dalam sebuah wawancara telepon bersama saluran televisi konservatif Israel, Channel 14, Netanyahu secara terbuka mengklaim bahwa rezim Teheran pernah berupaya membunuh salah satu putranya.

Kendati demikian, orang nomor satu di pemerintahan Israel itu enggan merinci putra mana yang menjadi sasaran, maupun kapan dan seberapa dekat plot pembunuhan tersebut hampir tereksekusi.

“Mengenai putra-putra saya, saya pikir ada sesuatu yang cukup sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, membantai salah satu putra saya,” cetus Netanyahu kepada Channel 14, sebagaimana dikutip dari Independent. “Oleh karena itu, pengamanan ketat ini bukanlah sebuah kemewahan.”

Pernyataan Netanyahu lantas memicu spekulasi publik mengenai sosok yang dimaksud. Netanyahu diketahui memiliki dua putra. Putra sulung Yair Netanyahu yang kerap vokal di media sosial dan saat ini bermukim di Miami, Amerika Serikat. Sementara putra bungsu Avner Netanyahu cenderung menjaga profil lebih tertutup dari panggung publik.

Hingga berita ini diturunkan, Misi Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan serius tersebut. Tuduhan ini mencetus di tengah eskalasi konflik berdarah di kawasan. Perang terbuka antara AS-Israel melawan Iran—yang meletus sejak Februari 2026—sebelumnya telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta jajaran petinggi militer senior Teheran.

Klaim ancaman pembunuhan ini dilemparkan Netanyahu saat ia mengomentari isu pengamanan bagi para kandidat PM menjelang Pemilu Nasional Israel pada 27 Oktober 2026. Netanyahu mengaku telah mendesak Kepala Shin Bet (badan intelijen domestik Israel), David Zini, untuk memberikan pengawalan melekat kepada seluruh kandidat.

Sebelumnya, media-media lokal melaporkan bahwa Shin Bet sempat menolak permohonan pengamanan ekstra untuk Gadi Eisenkot—rival politik utama Netanyahu dari kubu oposisi. Zini menilai tidak ada indikasi intelijen nyata yang mengancam keselamatan Eisenkot.

Mengingat partai Eisenkot diproyeksikan menguasai mayoritas kursi parliamentary pada pemilu mendatang dan posisi koalisi Netanyahu yang kian terdesak dalam berbagai jajak pendapat, manuver Netanyahu yang mengangkat isu ancaman pembunuhan keluarga ini dinilai para pengamat sebagai taktik memanaskan narasi keamanan demi mendulang simpati pemilih.

Back to top button