Crispy

Oh, Liverpool vs Nottingham Forest Skor 0-3!

Virgil van Dijk dan Becker boleh jadi orang paling kecewa dikalahkan Forest. Peristiwa tiga tahun silam pada 22 Oktober terulang lagi. Hanya kali ini dihantam 3 gol tanpa balas, plus di kandang sendiri pula. Duh!

JERNIH –  Pukulan telak bagi Liverpool datang pada menit ke-55. Berawal dari tendangan bebas, bola jatuh ke kaki mantan pemain The Reds, Taiwo Awoniyi. Tendangan pertamanya membentur tiang, namun bola rebound langsung disambarnya kembali untuk menaklukkan Alisson Becker.

Gol itu mengantarkan Notthingham Forest yang klab papan bawah meraih tiga angka sempurna. Pelatih Liverpool kala itu (musim 2022-2023) Jurgen Klopp sampai secara khusus mengkritik gol yang bersumber dari situasi bola mati, yang dianggapnya sebagai kesalahan besar yang seharusnya bisa dihindari.

Bola mati, itulah momok Liverpool yang kembali terulang di Anfield semalam (22 November). Gol Murillo di menir 33 membuat Forest unggul melalui situasi bola mati. Berawal dari tendangan sudut, Murillo berhasil menyambar bola dengan tembakan akurat yang tak mampu dihentikan oleh Alisson Becker.

Sejak gol itu tercipta permainan The Reds bukannya membaik. Disokong ribuan penonton justru memburuk. Jeda istrahat pun seperti sia-sia untuk mengembalikan performa dan semangat van Dijk cs.

Babak kedua baru berjalan sebentar, gawang Liverpool kembali kebobolan. Nicolo Savona berhasil memanfaatkan umpan dari Neco Williams dan menggandakan keunggulan tim tamu. Gol ini terjadi terlalu cepat dan menunjukkan kerapuhan lini belakang Liverpool di awal paruh kedua.

Liverpool memasuki pertandingan dengan tuntutan besar untuk bangkit, terutama setelah menelan kekalahan 0-3 dari Manchester City di pekan sebelumnya.

Secara statistik mereka menunjukkan dominasi penuh dalam penguasaan bola, dengan persentase mencapai 75% dan melepaskan banyak tembakan, namun semuanya sia-sia di depan gawang Forest yang dikawal dengan disiplin.

Justru Nottingham Forest, yang mengandalkan pertahanan kokoh dan serangan balik cepat, yang berhasil memecah kebuntuan dan menciptakan mimpi buruk di Anfield.

Dan statistik terbukti hanya angka belaka. Sepak bola butuh gol untuk menang. Kecuali hanya ingin bermain bertahan. Kekalahan menyakitkan bobol tiga gol minggu lalu benar-benar terjadi lagi.

Kali ini di menit 78. Pukulan telak datang di penghujung laga. Setelah tembakan Omari Hutchinson diblok Alisson, bola rebound langsung disambar oleh Morgan Gibbs-White untuk memastikan kemenangan telak 0-3 bagi Nottingham Forest. Skor sama persis dengan kekalahan sepekan silam oleg City.

Belum setengah musim, The Reds sudah berada di peringkat 11 alias papan tengah. Sebuah posisi nista bagi reputasi Liverpool.

Manajer Liverpool, Arne Slot, mengakui kekalahan ini adalah hasil yang sangat buruk, terutama karena terjadi di Anfield. Ia mengeluhkan strategi rotasi pemain yang ia terapkan, termasuk memainkan Dominik Szoboszlai di posisi bek kanan, yang tampaknya tidak berjalan sesuai rencana.

“Tentu kami bermain buruk, ini adalah hasil yang mengecewakan. Kami kalah 0-3 di kandang, tak peduli tim mana yang mengalahkan kami, yang jelas ini sangat buruk,” ujar Slot pasca-pertandingan.

Sementara itu, kapten tim, Virgil van Dijk, menyoroti kurangnya intensitas dan biang keladi di balik kekalahan memalukan ini.

Sang maskot, M Salah hanya bisa tertunduk begitu peluit dibunyikan tanda pertandingan usai. Di sebelah lain, pemain-pemain Forest bergembira ria merayakan kemenangan akhir pekan.

Slot yang musim lalu bersinar terang dan dipuji lantaran memberi harapan masa depan pasca Klopp, kini meredup. Kekalahan telak ini, ditambah dengan serangkaian hasil negatif (enam kekalahan dari tujuh laga terakhir di Premier League), membuat posisi Arne Slot dipertanyakan secara serius. Para pengamat dan mantan pemain mulai mempertimbangkan apakah Liverpool perlu melakukan perubahan manajerial demi menyelamatkan musim yang kian memburuk.

Kekalahan ini juga mengulangi catatan minor Liverpool yang terakhir terjadi pada April 1965, yaitu menelan dua kekalahan beruntun di Liga Inggris dengan margin tiga gol (sebelumnya kalah 0-3 dari Manchester City). Ya, 60 tahun silam.(*)

BACA JUGA: Harry Maguire Bungkam Kritik, Antar Manchester United Taklukkan Liverpool

Back to top button