Crispy

Argentina Resmi Keluar dari WHO, Ikuti Jejak Amerika Serikat

JERNIH – Peta kesehatan global kembali terguncang. Pemerintah Argentina secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah drastis ini menjadikan Argentina sebagai negara kedua yang meninggalkan lembaga di bawah naungan PBB tersebut tahun ini, menyusul langkah serupa yang diambil Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Kementerian Luar Negeri Argentina mengonfirmasi pada Selasa (16/3/2026) bahwa seluruh proses penarikan diri telah rampung. Keputusan ini menandai puncak dari sikap kritis Presiden Javier Milei terhadap institusi multilateral yang ia anggap terlalu birokratis dan sarat kepentingan politik.

Langkah Milei ini sejalan dengan retorika politiknya yang cenderung libertarian dan skeptis terhadap intervensi global. Pemerintahan Milei menilai rekomendasi WHO selama pandemi Covid-19 tidak efektif, merugikan ekonomi, dan sering kali mengabaikan kedaulatan sains nasional demi agenda politik tertentu.

Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, menegaskan bahwa meski keluar dari WHO, Argentina tidak akan mengisolasi diri dari isu kesehatan global.

“Argentina tetap akan menjalin kerja sama internasional melalui jalur bilateral maupun forum regional. Namun, kami akan tetap menjaga kedaulatan penuh dalam setiap pengambilan kebijakan kesehatan kami sendiri,” ujar Quirno sebagaimana dikutip dari Buenos Aires Times.

Keluarnya Argentina memperlihatkan kedekatan ideologis yang semakin erat antara Javier Milei dan Donald Trump. Keduanya berbagi pandangan bahwa lembaga internasional seperti WHO perlu direformasi total atau ditinggalkan jika dianggap menghambat kepentingan nasional.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Sebelumnya, Tedros telah menyatakan kekhawatiran mendalam saat AS hengkang, dan kini kehilangan Argentina—salah satu kekuatan ekonomi besar di Amerika Latin—semakin memperlemah koordinasi kesehatan global.

Selama ini, WHO memegang peran vital dalam pemberantasan cacar, HIV, Ebola, hingga tuberkulosis di seluruh dunia. Dengan mundurnya dua negara besar dalam waktu berdekatan, para ahli kesehatan mengkhawatirkan adanya celah dalam pendanaan dan koordinasi saat menghadapi krisis kesehatan di masa depan.

Kini, dunia tengah menanti apakah langkah Argentina dan AS akan memicu “efek domino” bagi negara-negara lain yang memiliki sentimen serupa terhadap efektivitas lembaga internasional.

Back to top button