CrispyVeritas

Operasi Absolute Resolve, Serangan Presisi dalam Peperangan Modern

Dalam satu malam  langit Karibia berubah menjadi ruang operasi militer. Jet siluman, perang elektronik, drone pengintai, dan helikopter pasukan khusus bergerak serempak dalam apa yang digambarkan sebagai Operasi Absolute Resolve.

WWW.JERNIH.CO – Dalam doktrin operasi militer modern Amerika Serikat, penangkapan High Value Target (HVT) di wilayah negara berdaulat musuh merupakan salah satu misi paling kompleks dan berisiko tinggi.

Skenario hipotetis yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve menggambarkan bagaimana kekuatan udara, siber, dan pasukan khusus dapat diintegrasikan secara simultan untuk mencapai efek strategis maksimal dengan durasi operasi yang sangat singkat.

Operasi ini melibatkan lebih dari 150 platform udara dari sekitar 20 pangkalan dan aset laut di Belahan Barat, menjadikannya contoh ekstrem dari konsep joint all-domain operations (JADO).

Elemen kunci infiltrasi darat dalam skenario ini adalah 160th Special Operations Aviation Regiment (Airborne), atau Night Stalkers. Unit ini memang secara doktrinal berfungsi sebagai penghubung vital antara pasukan darat elit dan ruang udara yang diperebutkan.

MH-60M Black Hawk—varian khusus operasi khusus— sebagai platform utama penurunan pasukan Delta Force. Helikopter ini secara nyata dilengkapi terrain-following radar, sistem infrared countermeasures, serta kemampuan aerial refueling yang memperluas jangkauan operasi tanpa perlu mendarat.

Sementara itu, MH-47G Chinook berperan sebagai pengangkut personel tambahan dan muatan berat. Dalam skenario ini, profil terbang rendah di atas laut (nap-of-the-earth flight) digunakan untuk meminimalkan kemungkinan deteksi radar berbasis darat—taktik yang memang diajarkan dalam operasi SOF.

Untuk perlindungan langsung, AH-6M Little Bird menyediakan close air support berpresisi tinggi. Helikopter ringan ini dirancang khusus untuk operasi di lingkungan urban dengan ruang gerak terbatas.

Keberhasilan operasi semacam ini sangat bergantung pada penguasaan spektrum udara dan elektromagnetik. Dalam skenario Absolute Resolve, F-22 Raptor berfungsi sebagai air dominance fighter, memastikan tidak ada ancaman dari pesawat tempur lawan seperti Su-30MK2 yang mampu mengganggu fase infiltrasi.

F-35 Lightning II digunakan dalam peran suppression of enemy air defenses (SEAD), memanfaatkan sensor fusi dan kemampuan siluman untuk menyerang sistem pertahanan udara jarak jauh secara presisi.

Peran kritis dimainkan oleh EA-18G Growler, platform perang elektronik Angkatan Laut AS. Pesawat ini bertugas mengganggu radar, komunikasi militer, dan jaringan komando-kontrol musuh—sebuah kemampuan yang dalam peperangan modern sering kali sama menentukan dengan kekuatan tembakan konvensional.

Di luar sorotan publik, pesawat dan drone intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR) menjadi tulang punggung pengambilan keputusan. UAV siluman seperti RQ-170 dan konsep RQ-180 memberikan persistent surveillance dari ketinggian tinggi, mengirimkan data real-time ke pusat komando.

E-2D Hawkeye berfungsi sebagai airborne command and control, mengoordinasikan pergerakan ratusan aset udara dalam ruang operasi yang relatif sempit—sebuah tugas yang secara nyata memerlukan sinkronisasi data, waktu, dan komunikasi tingkat tinggi.

Di darat, skenario ini berpusat pada 1st Special Forces Operational Detachment–Delta (Delta Force), unit yang secara historis memang ditugaskan untuk misi counterterrorism dan penangkapan target bernilai strategis.

Prosedur yang digambarkan—fast-roping, dynamic entry, penggunaan granat kejut, dan pembagian tim penyerbu serta tim penghalang (blocking force)—selaras dengan taktik CQB (Close Quarters Battle) yang dikenal dalam operasi pasukan khusus modern. Kecepatan dan kekacauan terkontrol menjadi kunci untuk melumpuhkan perlawanan sebelum musuh sempat mengorganisasi respons.

Sementara elemen laut dalam skenario ini berfungsi sebagai penyangga logistik dan medis. Kapal serbu kelas Wasp seperti USS Iwo Jima secara doktrinal memang mampu berperan sebagai forward staging base bagi operasi khusus, lengkap dengan fasilitas medis, dek penerbangan, dan pusat komando terbatas.

Operasi Absolute Resolve mencerminkan arah evolusi peperangan modern yakni operasi singkat, presisi tinggi, minim jejak, dan sepenuhnya terintegrasi lintas domain. Keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh jumlah pasukan, melainkan oleh keunggulan informasi, kontrol spektrum elektromagnetik, dan kemampuan memproyeksikan kekuatan secara selektif.(*)

BACA JUGA: AS Serang Venezuela, Tangkap Presiden Nicolas Maduro dan Istri

Back to top button