Crispy

Penulis Novel Misteri Legendaris Keigo Higashino Meninggal Dunia, Ini Warisan Karya Terbaiknya

Keigo Higashino, penulis legendaris di balik karya fenomenal The Devotion of Suspect X dan Miracles of the Namiya General Store, mengembuskan napas terakhirnya akibat kanker usus besar.

WWW.JERNIH.CO – Dunia sastra internasional, khususnya para pecinta genre misteri dan thriller, berduka atas berpulangnya salah satu maestro novel misteri terbesar asal Jepang, Keigo Higashino. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 68 tahun. 

Lahir di Osaka pada 4 Februari 1958, Keigo Higashino merupakan salah satu penulis paling prolifik dan berpengaruh dalam sejarah sastra modern Jepang. Sebelum menjadi penulis penuhwaktu, Higashino menempuh pendidikan di bidang teknik elektro di Universitas Prefektur Osaka dan sempat bekerja sebagai insinyur di perusahaan otomotif DENSO. 

Karier kepenulisannya dimulai pada tahun 1985 ketika novel debutnya, Hōkago (After School), memenangkan penghargaan sastra bergengsi Edogawa Rampo Prize. Sejak saat itu, ia memutuskan pindah ke Tokyo untuk mengabdikan hidupnya sepenuhnya sebagai penulis. Sepanjang kariernya, Higashino melahirkan lebih dari 100 karya buku yang telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa dan diadaptasi ke berbagai film serta serial televisi. 

Keigo Higashino meninggal dunia akibat kanker usus besar (kanker kolorektal). Kabar duka ini diumumkan secara resmi pada 27 Juli 2026 oleh pihak penerbit melalui akun media sosial resmi yang mengelola karya-karyanya. Upacara pemakaman diadakan secara tertutup dan dihadiri oleh pihak keluarga dekat. 

Karya-Karya Populer

Ciri khas Higashino terletak pada kemampuannya menyajikan plot twist cerdas yang berpadu dengan kedalaman psikologis dan emosi para karakternya. Ia tidak hanya berfokus pada “siapa pelakunya” (whodunit), tetapi juga “bagaimana” (howdunit) dan “mengapa” (whydunit) sebuah kejahatan terjadi. 

Berikut beberapa karyanya yang paling fenomenal:

The Devotion of Suspect X (Yogisha X no Kenshin) 

Serial Detektif Galileo (Manabu Yukawa), novel ini menceritakan Ishigami, seorang guru matematika jenius yang merancang alibi dan penutupan kejahatan yang nyaris sempurna untuk melindungi tetangganya yang secara tidak sengaja membunuh mantan suaminya yang abusif. Kasus ini mempertemukan Ishigami dengan Manabu Yukawa, seorang fisikawan jenius yang membantu polisi. Pertarungan kecerdasan antara dua pikiran jenius ini menyajikan adu logika yang mendalam sekaligus pengorbanan emosional yang menyentuh hati. Novel ini memenangkan Naoki Prize pada tahun 2006. 

Malice (Akui) 

Serial Detektif Kyoichiro Kaga. Berbeda dengan misteri pembunuhan konvensional di mana pembunuh terungkap di akhir, dalam Malice, identitas pembunuh justru terungkap di awal cerita. Detektif Kyoichiro Kaga berfokus membongkar motif pembunuhan tersebut. Novel ini secara tajam mengeksplorasi sisi gelap kecemburuan, kebencian tanpa alasan yang rasional, serta manipulasi psikologis antarmanusia. 

Miracles of the Namiya General Store (Namiya Zakkaten no Kiseki) 

Berbeda dari karya-karyanya yang bertema kejahatan, novel ini bergenre fantasi hangat tentang tiga pencuri amatir yang bersembunyi di toko kelontong tua yang sudah lama ditinggalkan. Mereka menemukan surat-surat dari masa lalu yang masuk melalui celah pintu toko, berisi konsultasi masalah hidup. Novel ini menyajikkan kisah perjalanan waktu yang saling terhubung dan mengajarkan kehangatan empati antarmanusia. 

Journey Under the Midnight Sun (Byakuyakō) 

Sebuah kisah epik nan gelap berdurasi dekade yang mengikuti perjalanan hidup dua anak manusia, Ryoji dan Yukiho. Berawal dari kasus pembunuhan tak terpecahkan di masa kecil mereka, keduanya tumbuh dengan takdir yang saling terikat dalam bayang-bayang kejahatan tanpa pernah terlihat bersama di muka umum. 

Keigo Higashino dikenang sebagai arsitek plot misteri yang berhasil menjembatani logika ilmu pengetahuan dan kompleksitas perasaan manusia. Karyanya akan terus dibaca dan memberikan inspirasi bagi generasi penulis misteri di seluruh dunia.(*)

BACA JUGA: Nobel Sastra 2025 untuk Penulis Hongaria Laszlo Krasznahorkai

Back to top button