Pesawat Air Force One Balik Arah Ketika Membawa Trump ke Davos

JERNIH – Pesawat Presiden Amerika Serikat Donald Trump terpaksa berbalik arah sekitar satu jam setelah lepas landas dari pangkalan menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Presiden AS kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat Boeing 757 yang berangkat tepat setelah tengah malam, Rabu (21/1/2026).
Pesawat Air Force One, yang membawa presiden, rombongan, dan wartawan, kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland tak lama setelah pukul 11:00 malam (04:00 GMT) pada Selasa malam. “Karena masalah listrik kecil,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Trump melanjutkan perjalanannya ke forum tersebut, yang dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan beberapa pemimpin dunia dan menyampaikan pidato, dengan menggunakan pesawat Boeing 757 yang lebih kecil.
Pesawat tersebut, yang biasanya digunakan untuk penerbangan domestik ke bandara-bandara kecil, berangkat tepat setelah tengah malam waktu setempat (05:00 GMT) pada hari Rabu, lebih dari dua jam setelah penerbangan awal lepas landas.
Dengan corak biru dan putih klasiknya, Air Force One bisa dibilang salah satu pesawat paling ikonik di dunia dan simbol kepresidenan AS. Kedua pesawat yang saat ini digunakan sebagai Air Force One telah terbang selama hampir empat dekade. Boeing telah mengerjakan penggantinya, tetapi program tersebut menghadapi serangkaian penundaan.
Pesawat-pesawat tersebut dilengkapi dengan perisai radiasi dan teknologi anti-rudal, serta mencakup berbagai sistem komunikasi untuk memungkinkan presiden tetap berhubungan dengan militer dari mana pun di dunia.
Tahun lalu, keluarga penguasa Qatar menghadiahkan Trump sebuah pesawat jumbo mewah Boeing 747-8 untuk ditambahkan ke armada Air Force One, yang saat ini sedang dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan keamanan. Leavitt bercanda kepada wartawan pada Selasa malam bahwa suara jet Qatar sekarang terdengar “jauh lebih baik”.
Pada bulan Februari lalu, pesawat Air Force One yang membawa Menteri Luar Negeri Marco Rubio ke Jerman harus kembali ke Washington karena masalah mekanis. Pada bulan Oktober, sebuah pesawat militer yang membawa Menteri Pertahanan Pete Hegseth harus melakukan pendaratan darurat di Inggris karena retakan pada kaca depan.






