Politisi Perempuan AS Bakar Al-Qur’an dengan Penyembur Api, Sebut Ingin Lenyapkan Islam

Gomez memiliki sejarah mengatur aksi kekerasan dan menggunakan retorika memecah belah yang ditujukan pada umat Muslim, orang kulit hitam, dan imigran untuk mendapatkan perhatian bagi karier politiknya.
JERNIH – Seorang politisi perempuan kandidat kongres dari Partai Republik di Texas, Amerika Serikat, memicu kemarahan luas setelah merilis video kampanye kontroversial. Dalam video tersebut, ia membakar kitab suci Al-Qur’an menggunakan flamethrower atau penyembur api sambil bersumpah akan ‘menghentikan Islam sekali dan untuk selamanya’.
Valentina Gomez, seorang influencer pendukung gerakan MAGA (Make America Great Again) yang mencalonkan diri untuk kursi Distrik ke-31 Texas pada tahun 2026, muncul dalam video tersebut mengenakan celana loreng dan kaus kampanye dengan siluet senapan.
“Putri-putrimu akan diperkosa, dan putra-putramu akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya,” ungkap Gomez, yang juga pendukung Donald Trump dalam videonya.
“Amerika adalah negara Kristen, jadi para Muslim teroris itu bisa pergi ke 57 negara Muslim mana pun. Hanya ada satu Tuhan yang sejati, dan itu adalah Tuhan Israel,” serunya, dengan latar musik dari rapper Kanye West.
Video tersebut diakhiri dengan ucapan Gomez yang mengatakan bahwa ia “diberdayakan oleh Yesus Kristus,” disertai logo kampanye yang menampilkan peluru sebagai huruf “i” dalam kata “Valentina.”
Menurut beberapa laporan, Gomez memiliki sejarah mengatur aksi kekerasan dan menggunakan retorika memecah belah yang ditujukan pada umat Muslim, orang kulit hitam, dan imigran untuk mendapatkan perhatian bagi karier politiknya. Sejauh ini penampilan di beberapa kampanyenya gagal mendapat perhatian publik.
Dalam video sebelumnya, ia melakukan eksekusi tiruan terhadap boneka imigran dan menyerukan “eksekusi publik” terhadap imigran tanpa dokumen yang dituduh melakukan kejahatan kekerasan.
Iklan terbarunya — yang kini telah dihapus oleh X karena melanggar kebijakannya tentang perilaku kebencian — dikecam luas oleh kelompok advokasi dan pengguna media sosial, yang menggambarkannya sebagai hasutan dan publisitas murahan.
“Ini bukan politik. Ini hasutan,” tulis podcaster Brian Allen di X. “Ketika masjid-masjid mulai terbakar, ingatlah: ini adalah korek api dan Partai Republik Texas memberinya korek api.”
Pengguna lain mengatakan bahwa influencer MAGA tersebut “sangat tidak menghormati Islam berulang kali sebagai aksi publisitas murahan untuk mendapatkan pengaruh.”
Iklan pembakaran Al-Quran miliknya juga dikecam Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (Anti-Defamation League), Selasa (26/8/2025) yang menyatakan bahwa kampanye tersebut dipicu oleh kebencian dan kefanatikan anti-Muslim. “Membakar kitab suci agama seperti Al-Quran dapat memicu kekerasan dan membahayakan orang-orang. Hal ini perlu dikecam oleh semua orang yang berhati nurani,” kata kelompok itu.
Menariknya, Gomez sendiri adalah seorang imigran asal Kolombia. Provokasinya sebelumnya, termasuk mengganggu acara sipil di Gedung Capitol Texas, juga dikecam. Bahkan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut angkat bicara di media sosial, “Dia bukan hanya seorang fasis Amerika. Dia orang Kolombia. Dan sebagai seorang migran, dia ingin menyulut kebencian terhadap para migran,” kata Petro.