Rupa-rupa Perayaan Valentine di 10 Negara

Valentine ternyata jauh lebih berwarna daripada sekadar pertukaran cokelat dan makan malam romantis, karena di berbagai belahan dunia, hari kasih sayang ini dirayakan dengan tradisi yang unik, kompetitif, hingga sedikit mistis.
WWW.JERNIH.CO – Di berbagai belahan dunia, hari kasih sayang dirayakan dengan cara yang terkadang aneh, kompetitif, hingga sedikit mistis. Dari ritual memotong dahan anggur hingga hadiah berbentuk babi, inilah 10 perayaan paling seru yang telah kami kurasi untuk Anda:
Korea Selatan: Maraton Kasih Sayang Bulanan
Di Korea Selatan, romansa adalah komitmen jangka panjang. Valentine (14 Februari) hanyalah awal saat perempuan memberi cokelat kepada laki-laki.

Pasangan sangat terobsesi dengan peringatan 100 hari sejak jadian, bukan sekadar tahunan. Kemudian ada The Black Day, pada 14 April, para lajang yang tidak mendapat hadiah di bulan Februari atau Maret berkumpul mengenakan baju hitam dan makan mi hitam (Jajangmyeon). Penjualan mi ini melonjak hingga 40% pada hari tersebut.
Ada situs wajib, di mana ribuan pasangan melakukan ziarah ke Love Locks di N Seoul Tower untuk menggembok cinta mereka.
Jepang: Ekonomi Cokelat dan “Kewajiban”
Tradisi di Jepang membalik pakem Barat; di sini, perempuanlah yang aktif memberi. Strategi pemasaran tahun 1950-an ini kini telah menjadi norma sosial yang kaku.

Tradisi Giri-Choco vs Honmei-Choco yakni ada cokelat “kewajiban” (Giri) untuk rekan kerja/bos, dan cokelat “perasaan sungguhan” (Honmei) untuk gebetan.
Kemudian ada aturan balasan. Pada 14 Maret (White Day), laki-laki wajib membalas. Berlaku hukum “San Gaeshi” (balas tiga kali lipat)—jika menerima cokelat seharga 1.000 Yen, balasan harus senilai 3.000 Yen.
Fakta ekonomi, sekitar 50% penjualan cokelat tahunan di Jepang terjadi hanya dalam satu minggu menjelang Valentine.
Wales: Sendok Kayu Cinta (Dydd Santes Dwynwen)
Dirayakan setiap 25 Januari, orang Wales memiliki cara artistik untuk menyatakan cinta melalui kriya kayu sejak abad ke-17. Setiap pola pada Lovespoons adalah sandi. Rantai berarti ingin terikat selamanya, Salib melambangkan iman, dan Tapal Kuda berarti keberuntungan.

Dahulu, pria mengukir sendiri sendok ini untuk membuktikan kepada calon mertua bahwa mereka terampil dan mampu menafkahi keluarga. Kini, sendok-sendok ini menjadi komoditas dekorasi kelas atas di Inggris.
Denmark: Teka-teki “Snowdrops” Anonim
Denmark merayakan Valentine dengan humor melalui tradisi surat bernama Gaekkebrev. Biasanya mengirim surat tanpa nama. Pengirim menulis puisi lucu namun mengganti namanya dengan titik-titik sesuai jumlah huruf namanya.

Jika penerima gagal menebak siapa pengirimnya, mereka “berutang” telur cokelat saat Paskah nanti. Statistik menunjukkan 70% anak muda Denmark masih melakukan tradisi ini. Surat biasanya dipotong menggunakan gunting membentuk pola simetris rumit seperti kepingan salju dan disisipkan bunga Snowdrops.
Filipina: Pernikahan Massal Kenegaraan
Di Filipina, Valentine adalah momen efisiensi romansa. Pemerintah lokal sering mengadakan Kasalang Bayan. Dalam satu hari, lebih dari 500 pasangan bisa menikah sekaligus di aula atau taman kota melakukan pesta rakyat.

Pemerintah mensponsori penuh mulai dari bunga, kue, hingga cincin. Ini menjadi solusi populer bagi pasangan yang sudah lama tinggal bersama namun terkendala biaya untuk meresmikan hubungan secara hukum.
Estonia: “Sõbrapäev” (Hari Persahabatan)
Estonia menghapus tekanan “harus punya pacar” dengan mengubah 14 Februari menjadi Hari Teman. Kartu ucapan di toko lebih banyak bertema “Terima kasih sudah jadi teman baik” daripada pernyataan cinta romantis.

Di Tallinn, terdapat Bus Jomblo dengan zona khusus yang mendorong orang asing untuk saling menyapa guna mengurangi tingkat kesepian di musim dingin yang gelap.
Bulgaria: Mabuk Cinta di Hari Anggur
Valentine di Bulgaria bertepatan dengan Trifon Zarezan, hari pelindung pembuat anggur. Pasangan atau jomblo pergi ke kebun anggur untuk memotong dahan agar panen subur, lalu merayakannya dengan minum bersama.

Di desa-desa, pria paling ahli merawat kebun akan dimahkotai dengan jalinan dahan pohon anggur sebagai “Raja Anggur” tahun itu.
El Salvador: Sahabat Rahasia (Amigo Secreto)
Mirip dengan Secret Santa, tradisi ini wajib dilakukan di sekolah maupun kantor untuk mempererat persaudaraan. Sebelum kado diberikan, ada sesi di mana pengirim memberikan ciri-ciri fisik atau sifat si penerima sampai orang lain berhasil menebak identitasnya.

Tradisi ini dianggap sangat efektif dalam menjaga keharmonisan komunitas di lingkungan kerja dan pendidikan.
Jerman: Keberuntungan dalam Bentuk Babi
Jika di tempat lain babi dianggap kurang romantis, di Jerman babi (Glücksschwein) adalah simbol keberuntungan dan gairah sejak zaman kuno. Hadiah Valentine sering kali berupa patung atau cokelat berbentuk babi yang disandingkan dengan semanggi berdaun empat.

Lebkuchenherz alias roti jahe berbentuk hati besar dengan pesan cinta dari icing gula menjadi pemandangan wajib di pasar-pasar lokal Jerman.
Prancis: Desa Cinta Saint-Valentin
Prancis memiliki desa resmi “Desa Cinta” di wilayah Indre yang berpenduduk hanya 300 orang, namun meledak saat Februari. Sejak 1980-an, desa ini menjadi destinasi dunia. Banyak pasangan dari Amerika dan Jepang datang hanya demi mendapatkan cap pos khusus dari kantor pos desa ini.

Di “Taman Kekasih”, pasangan bisa menggantungkan janji cinta mereka yang ditulis pada daun logam dan ditempelkan di pohon besi permanen.(*)
BACA JUGA: Dari Santo Valentine Sampai Meja Makan Romantis di Dago





