Crispy

Singapura Terapkan Deposit Botol 10 Sen Mulai April 2026, Beli Minuman Lebih Mahal Tapi Uang Bisa Kembali

JERNIH – Mulai 1 April 2026, wajah rak minuman di Singapura akan berubah. Pemerintah Singapura resmi mengumumkan implementasi skema deposit wadah minuman nasional, di mana konsumen harus membayar tambahan S$0,10 (sekitar Rp1.200) saat membeli minuman kemasan, yang nantinya bisa dicairkan kembali setelah botol atau kaleng kosong dikembalikan.

Kebijakan ini merupakan langkah besar dalam strategi Zero Waste Singapura untuk meningkatkan angka daur ulang dan menekan penumpukan sampah plastik serta logam di negara tersebut.

Sistem ini cukup sederhana: deposit 10 sen tersebut akan otomatis ditambahkan ke harga jual minuman di kasir. Konsumen dapat mendapatkan uang mereka kembali secara utuh dengan cara membawa wadah kosong ke titik pengembalian yang telah ditentukan di seluruh penjuru negeri. Wadah yang masuk dalam skema ini meliputi botol plastik dan kaleng logam dengan ukuran mulai 150ml hingga 3 liter.

Awalnya, skema ini dijadwalkan meluncur pada April 2025, namun otoritas setempat memutuskan untuk menundanya selama setahun guna memberikan waktu persiapan bagi produsen.

Menteri Negara Senior untuk Keberlanjutan dan Lingkungan, Dr. Janil Puthucheary, mengumumkan pada Sabtu (3/1/2026) bahwa pemerintah juga memperpanjang masa transisi pembersihan stok lama dari tiga bulan menjadi enam bulan.

“Salah satu masukan utama yang kami terima adalah masa transisi tiga bulan mungkin tidak cukup bagi perusahaan untuk menghabiskan stok minuman lama mereka. Sebagai respons, kami memperpanjangnya menjadi enam bulan—dari 1 April hingga 30 September 2026,” ujar Dr. Janil dalam keterangannya.

Artinya, selama periode April hingga September, konsumen mungkin akan melihat campuran produk di rak toko: beberapa sudah memiliki label deposit 10 sen, sementara stok lama belum dikenakan deposit.

Untuk menjalankan operasional harian, Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) telah memberikan lisensi kepada konsorsium BCRS Ltd (Beverage Container Return Scheme Limited). Menariknya, konsorsium ini dibentuk oleh tiga raksasa industri minuman dunia: Coca-Cola Singapore Beverages, F&N Foods, dan Pokka.

BCRS Ltd akan bertanggung jawab merancang sistem pengembalian, logistik, hingga memastikan produsen kecil juga terwakili kepentingannya dalam skema ini.

Skema ini pertama kali digagas pada tahun 2020 dan telah melewati berbagai konsultasi publik serta pengesahan undang-undang di parlemen pada 2023. Dr. Janil menyebut program ini sebagai tonggak penting bagi ekonomi sirkular Singapura.

“Kami tahu perubahan membutuhkan waktu dan upaya. Kami bekerja sama erat dengan operator skema serta para pemangku kepentingan untuk memastikan peluncuran ini praktis dan mulus bagi semua orang,” tambahnya.

Dalam beberapa minggu ke depan, BCRS akan merinci detail teknis lainnya, termasuk bentuk logo khusus pada label kemasan yang menandakan produk tersebut bisa “diuangkan” kembali, serta lokasi-lokasi mesin pengembalian otomatis (Reverse Vending Machines).

Back to top button