CrispyDesportare

Skandal Kecurangan Moto3 Adrian Fernandez, Veda Pratama pun Naik Peringkat

Terbukti melakukan tindakan korup dengan memodifikasi mesin secara ilegal, Adrian Fernandez harus merelakan 77 poinnya hangus seketika. Mengapa timnya nekat melakukan kecurangan ini di kelas yang super ketat?

WWW.JERNIH.CO –  Pembalap Moto3 asal Spanyol yang membela Leopard Racing, Adrian Fernandez, secara resmi didiskualifikasi dari enam seri balapan awal musim ini. Keputusan tegas dari FIM MotoGP Stewards Panel ini keluar setelah adanya temuan kecurangan masif terkait manipulasi komponen mesin yang menyalahi regulasi ketat kejuaraan dunia.

Skandal ini mencuat ke publik setelah evaluasi teknis pasca-Grand Prix Prancis dan Mugello. Berdasarkan aturan resmi FIM, produsen mesin meminta tim mengembalikan paket mesin fase pertama yang telah habis masa pakainya untuk diperiksa. Di sinilah petaka bagi Adrian Fernandez dan Leopard Racing dimulai.

Direktur Teknis beserta pabrikan mesin menemukan adanya ketidaksesuaian pada kawat pengikat dan stiker segel keamanan di dua mesin berbeda milik Fernandez (Mesin #810 dan Mesin #811). Penyelidikan lebih lanjut membuktikan bahwa kedua mesin tersebut telah dibuka secara ilegal tanpa otoritas resmi.

Dalam dunia balap modern, membuka segel mesin adalah pelanggaran berat yang masuk dalam kategori tindakan korup atau kecurangan (Article 3.3.2.2 tentang corrupt or fraudulent act).

Akibatnya, adik kandung pembalap MotoGP Raul Fernandez ini didiskualifikasi dari enam seri pertama, yaitu Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Fernandez kehilangan total 77 poin berharga dan dua podium kedua yang ia raih dengan susah payah. Posisinya di klasemen langsung terjun bebas dari peringkat ke-3 ke urutan ke-20, menyisakan hanya 13 poin yang ia dapatkan secara legal di GP Italia (Mugello).

Di kelas Moto3, setiap motor memiliki spesifikasi mesin tunggal yang sangat identik demi menjaga aspek keadilan. Di tengah kompetisi yang sangat ketat—di mana selisih waktu antar-pembalap sering kali hanya hitungan milidetik—keunggulan sekecil apa pun pada performa mesin akan menjadi pembeda antara podium atau finis di papan bawah.

Motivasi di balik pembongkaran segel mesin tanpa izin ini diduga kuat untuk melakukan modifikasi internal ilegal guna meningkatkan performa motor, entah itu mengoptimalkan daya tahan komponen, meningkatkan kompresi, atau memodifikasi suku cadang agar motor mendapatkan keunggulan kecepatan di lintasan lurus.

Tekanan besar untuk terus berada di perebutan gelar juara dunia disinyalir membuat tim atau pihak terkait nekat menabrak regulasi durabilitas mesin FIM demi extra power.

Di sisi lain, jatuhnya hukuman bagi Adrian Fernandez menjadi angin segar dan berkah luar biasa bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider andalan Honda Team Asia ini langsung ketiban untung besar dalam struktur klasemen Moto3 2026.

Sebelum keputusan ini diketuk, Veda Ega Pratama sejatinya berada di peringkat keempat klasemen sementara. Namun, dengan dihapusnya seluruh poin milik Fernandez di enam seri awal, posisi Veda otomatis melejit naik ke peringkat ketiga dunia dengan koleksi 71 poin. Ia kini resmi berada persis di belakang dua pembalap Spanyol, Maximo Quiles dan Alvaro Carpe.

Tidak hanya posisi klasemen yang meroket, Veda juga secara resmi naik status mendapatkan podium ketiga pada gelaran Moto3 Prancis di Le Mans, menyusul pembatalan hasil balapan Fernandez di seri tersebut.(*)

BACA JUGA: Veda Pratama Tembus 8 Besar Moto3 Italia Setelah Libas 17 Lap Penuh Drama

Back to top button