Crispy

Skandal Ujian SIM, 11.000 Pengendara Dipaksa Test Ulang

JERNIH — Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) California secara mendadak menjatuhkan bom administratif yang mengguncang belasan ribu warganya. Otoritas negara bagian Amerika Serikat tersebut secara sepihak memerintahkan sekitar 11.000 pengemudi untuk mengulang ujian tertulis Surat Izin Mengemudi (SIM) mereka dalam kurun waktu 30 hari, atau menghadapi sanksi pencabutan izin mengemudi secara permanen.

Langkah drastis ini diambil setelah sistem mendeteksi adanya kejanggalan struktural berskala masif dalam proses sertifikasi kelayakan berkendara selama hampir satu tahun terakhir.

Berdasarkan laporan investigasi Elektrek pada Jumat (10/7/2026), DMV California dilaporkan telah mengirimkan surat teguran resmi berkode keras kepada para pengendara yang lulus ujian tertulis sepanjang periode Juli 2025 hingga April 2026.

Pemerintah menyatakan bahwa hasil ujian dari 11.000 orang tersebut terindikasi “tidak patuh” terhadap kriteria ketat yang diamanatkan oleh hukum keselamatan jalan raya negara bagian.

“Memastikan integritas proses pengujian kami adalah hal yang sangat esensial. Tes pengetahuan memainkan peran kritis dalam mengonfirmasi pengemudi memahami aturan jalan sebelum mereka diberi izin mengemudi di California,” tegas manajemen resmi DMV dalam rilis persnya.

Menariknya, hingga hari ini pihak DMV masih bungkam seribu bahasa dan menolak merinci secara publik apa bentuk spesifik dari “kejanggalan” yang mereka temukan. Sikap tertutup otoritas ini langsung memicu teori konspirasi dan spekulasi liar di tengah masyarakat, di antaranya indikasi adanya sindikat kecurangan atau joki ujian massal, kerusakan (bug) fatal pada perangkat lunak (software) di komputer pusat pengujian serta gangguan eror pemrosesan data pada database internal administrasi DMV.

Pihak berwenang juga masih merahasiakan lokasi pusat ujian mana saja atau vendor teknologi apa yang sedang dicurigai menjadi biang keladi dari kekacauan struktural ini.

Instruksi mendadak ini tak pelak memicu kebingungan dan kemarahan besar bagi para pemilik SIM legal yang merasa tidak bersalah. Salah satunya adalah David Specht, warga Sacramento, yang mengaku syok saat membuka kotak suratnya.

Saat Specht mendatangi kantor administrasi untuk meminta klarifikasi, petugas di loket pun tampak kebingungan. Mereka hanya mengonfirmasi bahwa ada ribuan orang lain yang mengalami nasib sial serupa, tanpa bisa menjelaskan di mana letak kesalahan spesifik pada lembar jawaban ujian lama milik Specht.

“Saya tahu saya tidak curang. Saya benar-benar tidak melakukan pelanggaran apa pun selama proses ujian berlangsung,” ujar Specht berapi-api saat diwawancarai oleh CBS Sacramento.

Kini, waktu terus berjalan bagi 11.000 warga California. Suka atau tidak, mereka harus kembali menghafal buku panduan lalu lintas dan mengantre di kantor DMV demi menyelamatkan hak mengemudi mereka di jalan raya.

Back to top button