Startup Foundation Uji Coba Robot Humanoid di Medan Perang Ukraina

Dunia mungkin masih jauh dari melihat pasukan robot di medan tempur, namun tes di Ukraina telah membuktikan satu hal: era di mana mesin menggantikan manusia dalam bahaya maut sudah dimulai. Anak Trump ambil bagian.
WWW.JERNIH.CO – Foundation, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang fokus pada pengembangan robot humanoid multifungsi, mulai melirik medan perang sebagai tempat pembuktian teknologi mereka.
Alih-alih membantu di dapur, CEO Foundation, Sankaet Pathak, percaya bahwa robot harus mengambil alih tugas-tugas paling berbahaya yang selama ini mempertaruhkan nyawa manusia.
Dua robot “Phantom” milik Foundation baru saja dikirim ke lokasi rahasia di Ukraina untuk demonstrasi skenario transportasi logistik. Di tengah dentuman bom dan pemadaman listrik, robot bipedal ini diuji kemampuannya untuk mengambil pasokan dengan memindahkan logistik dari luar ke dalam ruangan.
Humanoid itu juga memastikan tentara tidak perlu terpapar bahaya tembakan saat menjalankan misi pengiriman.
“Saya merasa ide penggunaan robot untuk keperluan rumah tangga itu agak konyol. Orang masih bisa membuat kopi dan melipat baju sendiri,” ujar Pathak kepada Business Insider.
“Ada kewajiban moral untuk menempatkan robot humanoid di garis depan, bukan di dapur,” tambahnya.
Meskipun teknologi drone telah mengubah lanskap perang modern, risiko korban sipil dan kematian tentara tetap tinggi. Pathak mengkritik pendekatan perang saat ini yang seringkali menggunakan “kekuatan kasar”—seperti menghancurkan seluruh gedung hanya untuk mengeliminasi satu target.

Di masa depan, ia memproyeksikan robot humanoid mampu melakukan berbagai tugas seperti operasi bedah (Surgical Operations) seperti ekstraksi target spesifik secara presisi.
Kemudian melakukan dukungan taktis meliputi pengintaian (rekognisi) dan logistik di medan sulit.
Meskipun visi ini ambisius, Pathak mengakui bahwa pasukan humanoid belum siap dikerahkan sepenuhnya. Masih ada jurang lebar antara robot yang bisa membersihkan dapur dengan robot yang mampu mengoperasikan senapan M4 Carbine di tengah baku tembak.
Hambatan utama saat Ini di antaranya daya tahan baterai. Robot butuh energi yang bertahan lebih lama di lapangan. Untuk ketangguhan, ia harus tahan terhadap air, debu, dan guncangan ekstrem.
Dan tantangan rekayasa terbesar adalah menciptakan tangan robot yang cekatan, kuat, namun tetap ekonomis untuk diproduksi massal.
Foundation baru saja mengamankan kontrak senilai Rp408 miliar dengan Pentagon. Selain itu, Eric Trump telah ditunjuk sebagai Chief Strategy Advisor perusahaan pada Maret lalu, menandakan adanya dukungan strategis yang kuat di balik proyek ambisius ini.(*)
BACA JUGA: Segini Harga Robot Humanoid AiMoga






