
Perang tarif internet berbasis WiFi bakal dimulai, gara-gara SURGE tawarkan internet kencang dengan tarif murah. Ini dia internet rakyat.
WWW.JERNIH.CO – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) resmi meluncurkan lini produk internet rumahan terbaru mereka yang bernama Starlite. Tidak main-main, salah satu paket unggulannya, Starlite Super, menawarkan kecepatan monster hingga 2 Gbps (2.000 Mbps) dengan harga yang sangat merakyat, yaitu Rp250.000 per bulan.
Langkah ini menjadi lompatan besar karena Starlite Super tercatat sebagai layanan internet rumahan pertama di Indonesia yang ditenagai oleh teknologi Wi-Fi 7 dan arsitektur XGS-PON. Teknologi ini menjamin latensi super rendah yang sangat ideal untuk streaming video kualitas 8K, gaming tanpa lag, hingga ekosistem smart home secara simultan. Selain paket super cepat ini, mereka juga merilis Starlite Prime dengan kecepatan 500 Mbps seharga Rp168.000 per bulan.
Layanan internet Starlite ini diproduksi dan dioperasikan langsung oleh anak usaha SURGE, yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE). Jika melihat ke belakang dapur PT Solusi Sinergi Digital Tbk (dengan kode saham WIFI), emiten ini dikendalikan oleh tokoh-tokoh besar nasional. Salah satu pemegang saham utama sekaligus pengendali tidak langsungnya adalah Hashim S. Djojohadikusumo (melalui PT Arsari Sentra Data).
Selain Hashim, jajaran investor kakap di perusahaan internet rakyat ini juga diperkuat oleh mantan Direktur Utama Telkom Arwin Rasyid, serta politikus senior Fadel Muhammad.
Untuk saat ini, layanan Starlite Super dan Prime sudah bisa dinikmati di wilayah yang telah terjangkau oleh jaringan FTTH (Fiber-to-the-Home) Starlite, dengan fokus awal di area Jabodetabek (Jakarta dan sekitarnya). Pihak SURGE menegaskan bahwa perluasan jaringan kabel serat optik terus digenjot secara agresif ke kota-kota lain, dan area cakupan baru akan diumumkan secara berkala melalui situs resmi mereka (starliteindonesia.com).
Gebrakan harga Rp250 ribu untuk kecepatan 2 Gbps ini benar-benar “merusak” harga pasar broadband di Indonesia. Sebagai gambaran, berikut adalah perbandingan kasar tarif Starlite dengan beberapa kompetitor besar di Indonesia untuk paket kecepatan tinggi.

Mayoritas provider internet di Indonesia saat ini menjual kecepatan 100 Mbps hingga 300 Mbps di kisaran harga Rp300 ribu hingga Rp500 ribu lebih. Sementara untuk menyentuh kecepatan 1 Gbps saja, pengguna biasanya harus merogoh kocek di atas Rp1,5 juta per bulan.
Dengan menawarkan kecepatan 2 Gbps—yang berarti dua kali lipat lebih cepat dari paket premium kompetitor—namun dengan harga yang jauh lebih murah dari paket standar pasar, Starlite berpotensi besar memicu perang tarif baru yang menguntungkan konsumen di Indonesia. Terlebih lagi, SURGE menggratiskan biaya instalasi dan sewa modem tanpa adanya batasan kuota atau FUP (Fair Usage Policy).(*)
BACA JUGA: Internet Rakyat VS Internet Operator Telko




