Tim Kejaksaan Agung Tangkap Terpidana Buron Korupsi Lahan Bank Maluku

Rabu (16/9) pagi terpidana Heintje segera diterbangkan ke Maluku
JERNIH– Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap buronan terpidana tindak pidana korupsi bernama Heintje Abraham Toisuta dari kamar kostnya di Jalan Keramat Sentiong, Jakarta Pusat, pada Selasa malam (15/9) sekitar pukul 19.20 WIB.
Heintje yang lahir tahun 1971 itu merupakan buronan terpidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014, yang merugikan negara Rp 7,6 miliar.
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2282 K/Pid.Sus/2017 tanggal 21 Nopember 2017, Heintje Ambraham Toisuta dihukum 12 tahun penjara, membayar denda Rp 800 juta subsider tujuh bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 7,2 miliar subsider empat tahun penjara. Heintje ditangkap tanpa perlawanan.
Sebelumnya, pada Agustus lalu Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku menyatakan masih menelusuri tiga terpidana korupsi Bank Maluku Malut, di mana Heintje termasuk di dalamnya. “Kami masih melakukan pengejaran terhadap ketiga terpidana yang hingga saat ini belum berhasil ditangkap,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, bulan lalu kepada media online Siwalima. Hingga saat itu, heintje sudah menjadi buron selama tiga tahun lamanya.
Berdasarkan keterangan sumber di Kejaksaan, saat ini terpidana Heintje dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk ditahan, dan rencananya besok pagi, Rabu (16/9) segera dibawa terbang ke Maluku. [ ]