Dum Sumus

Blunder ‘Project Dawn’: Amazon Tak Sengaja Bocorkan PHK Massal Lewat Email Nyasar

JERNIH – Suasana di markas besar Amazon Web Services (AWS) mendadak mencekam pada Selasa (28/1/2026). Alih-alih pengumuman resmi yang tertata, ribuan karyawan justru menerima “email duka” prematur yang membocorkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sebelum waktunya.

Insiden ini bermula ketika sebuah email internal dan undangan rapat tim dikirimkan beberapa jam lebih awal dari jadwal yang seharusnya, yakni Rabu pagi (28/1/2026). Email yang ditandatangani oleh Colleen Aubrey, Senior Vice President Applied AI Solutions di AWS, secara mengejutkan menyebutkan bahwa karyawan yang terdampak di AS, Kanada, dan Kosta Rika telah diberitahu mengenai pemecatan mereka.

Padahal, saat email itu mendarat di kotak masuk, banyak karyawan yang belum mengetahui nasib mereka sama sekali. Dalam dokumen internal yang bocor, Amazon menjuluki operasi PHK ini sebagai “Project Dawn”.

“Perubahan seperti ini sulit bagi semua orang,” tulis Aubrey dalam email tersebut. “Keputusan ini sulit dan dibuat dengan pertimbangan matang untuk memposisikan organisasi kita dan AWS menuju kesuksesan di masa depan.”

Menurut laporan Reuters, pesan-pesan di aplikasi Slack menunjukkan kebingungan luar biasa di kalangan karyawan AWS. Tak lama setelah email “nyasar” itu tersebar, undangan rapat untuk hari Rabu tiba-tiba dibatalkan secara massal, menambah ketidakpastian di lingkungan kerja.

Email tersebut juga merujuk pada sebuah unggahan blog dari Kepala SDM Amazon, Beth Galetti, yang ironisnya bahkan belum muncul di situs resmi perusahaan saat itu.

AI Jadi Alasan Utama Pangkas Karyawan?

PHK minggu ini diperkirakan akan menyasar divisi AWS, Retail, Prime Video, hingga Sumber Daya Manusia. Meski jumlah pastinya belum dikonfirmasi, perusahaan mengungkapkan, konteks besar di balik pemangkasan ini.

Salah satu alasan pemangkasan staf adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam operasional perusahaan sebagai kebijakan efisiensi seperti diungkapkan secara terbuka oleh pihak Amazon Oktober lalu. Amazon berencana memangkas total sekitar 30.000 staf korporat.

Jika terealisasi, angka ini mewakili hampir 10% dari total tenaga kerja korporat mereka di seluruh dunia. Bersamaan dengan insiden email ini, Amazon juga memangkas divisi toko fisik Fresh dan Go, seiring rencana mereka mengubah sebagian gerai menjadi toko Whole Foods.

Langkah Amazon ini mempertegas tren di Silicon Valley: perusahaan raksasa lebih memilih berinvestasi pada kecerdasan buatan daripada mempertahankan tenaga kerja manusia dalam skala besar. Namun, blunder email “Project Dawn” ini menjadi pengingat pahit bahwa secerdas apa pun AI yang mereka kembangkan, kesalahan manusia (atau sistem) dalam berkomunikasi masih bisa menciptakan kekacauan emosional bagi ribuan pekerja.

Back to top button