Moron

Kapal Induk USS Gerald R. Ford Mundur dari Laut Merah Akibat Kebakaran Hebat

Gara-gara ulah sendiri kapal induk raksasa Amerika itu terbakar hebat. Terpaksa mundur dari medan perang. Ratusan tentara terkena dampak kesehatan.

WWW.JERNIH.CO – Kapal induk bertenaga nuklir tercanggih milik Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, dilaporkan meninggalkan Laut Merah menuju pangkalan militer Souda Bay di Kreta, Yunani. Keputusan ini diambil setelah kebakaran hebat melanda fasilitas binatu (laundry) bagian belakang kapal pada 12 Maret lalu.

Insiden ini melumpuhkan area tempat tinggal bagi lebih dari 600 pelaut dan memaksa tim penyelamat bekerja ekstra keras di tengah operasi tempur yang masih berlangsung melawan Iran.

Pihak berwenang memastikan bahwa kebakaran ini tidak terkait dengan serangan musuh. Api mulai muncul pada 12 Maret dan dengan cepat merambat melalui sistem ventilasi ke ruang tidur di sekitarnya. Akibatnya, lebih dari 100 tempat tidur hancur dan ratusan pelaut terpaksa mengungsi ke bagian kapal lainnya.

Dampak kesehatan terhadap awak kapal cukup signifikan. Dua pelaut mengalami cedera, dengan satu orang harus dievakuasi ke darat untuk perawatan medis.  Lebih dari 200 pelaut dirawat karena menghirup asap sebelum akhirnya kembali bertugas.

Pihak AL harus menerbangkan 1.000 kasur pengganti dari USS John F. Kennedy di Norfolk, Virginia, beserta pakaian cadangan karena fasilitas laundry kapal rusak total.

Seorang pejabat AS mengklarifikasi bahwa meskipun upaya penanganan berlangsung selama 30 jam, api tidak berkobar sepanjang waktu tersebut. Durasi 30 jam itu mencakup proses pemadaman, pembersihan sisa air, hingga pencegahan munculnya titik api baru.

Namun, saat ini Angkatan Laut AS tengah melakukan investigasi formal untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau sabotase oleh kru kapal.

USS Gerald R. Ford telah meninggalkan Norfolk sejak 24 Juni 2025. Selama sembilan bulan, kapal ini telah melintasi Karibia, Mediterania, hingga Laut Merah. Meski terjadi kebakaran, kru kapal tetap melanjutkan misi tempur di bawah Operasi Epic Fury sebelum akhirnya diputuskan untuk mundur demi perbaikan.

Jika penugasan ini berlanjut hingga pertengahan April, USS Gerald R. Ford akan memecahkan rekor penugasan terlama pasca-Perang Vietnam (melampaui rekor 294 hari milik USS Abraham Lincoln pada 2020).

Selain beban tugas yang berat, kapal ini juga menghadapi masalah teknis berulang pada sistem pemipaan serta ancaman langsung dari Garda Revolusi Iran yang menetapkan kapal ini sebagai target militer.

Kapal raksasa ini akan bersandar selama lebih dari seminggu di Souda Bay untuk menjalani perbaikan darurat. Tim teknis akan mengevaluasi kerusakan mana yang bisa diperbaiki segera dan mana yang harus menunggu hingga kapal kembali ke pelabuhan asalnya di Norfolk.

Sementara itu kapal pengiring lainnya (USS Mahan, USS Bainbridge, dan USS Winston S. Churchill) tetap bersiaga di Laut Merah. USS Abraham Lincoln sudah berada di kawasan tersebut untuk mengambil alih operasi tempur. USS George H.W. Bush dijadwalkan segera berangkat sebagai pengganti resmi Ford.

Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan, menyampaikan simpatinya dalam pengarahan di Pentagon: “Pikiran kami bersama para kru yang terluka. Kami berharap semua orang baik-baik saja dan kami bersyukur tidak ada korban jiwa.” (*)

BACA JUGA: Pasukan Iran Targetkan Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan Memaksanya Mundur

Back to top button