Moron

Rakyat Disuruh Hemat, Trump Malah Renovasi Gedung Putih Rp6,4 Triliun

Di saat program rakyat kecil dipangkas habis-habisan, Donald Trump justru menyiapkan “proyek mercusuar” senilai Rp6,4 triliun hanya untuk memoles kediamannya di Gedung Putih.

WWW.JERNIH.CO –  Donald Trump berencana menggelontorkan dana lebih dari Rp6,4 triliun  untuk merenovasi kediaman eksekutif Gedung Putih pada tahun fiskal 2026. Tak berhenti di situ, dokumen anggaran fiskal 2027 menunjukkan estimasi tambahan sebesar Rp2,95 triliun untuk tahun berikutnya.

Langkah ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah usulan pemangkasan berbagai program domestik demi mendanai lonjakan anggaran pertahanan sebesar Rp25.500 triliun.

Anggaran sebesar Rp6,4 triliun untuk tahun 2026 tersebut mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 866 persen dibandingkan estimasi belanja tahun 2025 yang “hanya” sebesar Rp663 miliar untuk mempercantik area tempat tinggal presiden.

Beberapa poin penting terkait rincian anggaran tersebut antara lain sebesar Rp5,95 triliun  dari total anggaran tersebut dikategorikan sebagai mandatory spending (pengeluaran wajib). Artinya, dana ini tidak bergantung pada siklus persetujuan tahunan Kongres.

Juru bicara Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) menyatakan bahwa total tersebut mencakup biaya keamanan dan rehabilitasi berbagai fasilitas, bukan hanya kediaman presiden. Sebagian besar dana diklaim berasal dari donasi swasta.

Meski rincian proyek tidak dijabarkan secara spesifik, Trump berulang kali menunjukkan obsesinya untuk memperbaiki Gedung Putih—mulai dari perbaikan fasilitas pribadi seperti kamar mandi, hingga proyek ambisius memperluas ruang hiburan.

Inti dari perubahan wajah Gedung Putih ini adalah pembangunan ruang dansa (ballroom) baru dengan total proyek sekitar Rp6,8 triliun. Proyek ini dirancang untuk mampu menampung ratusan tamu sekaligus untuk acara berskala besar secara permanen.

Kemudian menggantikan penggunaan tenda-tenda bongkar pasang di halaman selatan (South Lawn) yang selama ini digunakan untuk jamuan makan malam kenegaraan.

Hal ini menegaskan ambisi administrasi Trump dalam membentuk ulang fungsi Gedung Putih sebagai pusat seremonial yang lebih megah.

Proyek ini sempat menghadapi tantangan hukum dari National Trust for Historic Preservation terkait pembongkaran Sayap Timur (East Wing). Namun, pihak administrasi menyatakan bahwa dana donasi yang diterima akan tetap dialokasikan untuk menyelesaikan proyek ini melalui akun perbaikan khusus.(*)

BACA JUGA: Sampai Kapan Trump Bisa Terus Berbohong Kepada Pasar?

Back to top button