Minyak Dunia Tembus US$100: Harga BBM di Asia Tenggara Meledak, Indonesia Masih Bertahan?

JERNIH – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda akhirnya memukul dompet pengendara di Asia Tenggara. Harga minyak mentah jenis Brent yang kini “mendidih” di level US$100 per barel—melonjak drastis dari posisi US$65-US$70 di bulan lalu—telah memaksa negara-negara tetangga mengerek harga BBM mereka secara signifikan per Maret 2026.
Negara-negara tetangga mulai menunjukkan kenaikan harga yang bervariasi, dengan Vietnam dan Malaysia mencatat rekor tertinggi:
- Vietnam: Menjadi yang paling agresif. Harga bensin RON95 melonjak 20% menjadi sekitar 30.690 dong (±Rp19.500) per liter. Bahkan secara kumulatif sejak konflik pecah di Februari, harga solar di sana sudah meroket hingga 70%.
- Malaysia: Meski tetap menyubsidi RON95 di angka 1,99 ringgit, harga bensin non-subsidi RON97 naik menjadi 4,55 ringgit (±Rp15.200). Rekor tertinggi pecah pada harga Solar di Semenanjung Malaysia yang menyentuh 4,72 ringgit (±Rp15.800) per liter.
- Thailand: Operator seperti PTT dan Bangchak kompak menaikkan harga bensin dan gasohol sebesar 1 baht. Bensin murni kini dibanderol 41,64 baht (±Rp18.200) per liter.
- Singapura: Sebagai negara dengan harga BBM tertinggi, Shell mematok harga bensin oktan 98 premium hingga S$3,66 (±Rp43.000) per liter.
Bagaimana Kondisi di Indonesia?
Berbeda dengan negara tetangga yang melakukan penyesuaian di pertengahan bulan (seperti Thailand dan Vietnam pada 19-21 Maret), Indonesia masih menggunakan skema penyesuaian harga setiap tanggal 1.
Meskipun harga belum berubah lagi sejak awal Maret, perlu dicatat bahwa Pertamina dan operator swasta lainnya sudah kompak menaikkan harga pada awal bulan ini dibanding periode Februari 2026.
Berikut rincian harga BBM Non-Subsidi di Indonesia (Maret 2026):
| Jenis BBM | Pertamina | Shell | BP-AKR | Vivo |
| RON 92 | Rp12.300 | Rp12.390 | Rp12.390 | Rp12.390 |
| RON 95 | Rp12.900 | (Stok Kosong) | Rp12.920 | Rp12.930 |
| RON 98 | Rp13.100 | – | – | – |
| Diesel | Rp14.500 | Rp14.620 | Rp14.620 | Rp14.610 |
Kabar baik bagi pengguna kendaraan harian, pemerintah Indonesia masih mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Namun, dengan minyak dunia yang betah di angka US$100, tekanan terhadap APBN untuk menahan harga subsidi ini diprediksi akan semakin berat menjelang penyesuaian harga di 1 April mendatang.






