SolilokuiVeritas

Hilal di Alaska (Gerhana Tanggal 13)

Dalam Bahasa Inggris ada ungkapan, “Boys will be boys,” untuk menunjuk kepada orang yang gagal menjadi dewasa. Kita optimistis Muhammadiyah mafhum bahwa sebagian haters will be haters. Kita juga optimistis sebagian lainnya bisa bersikap terbuka untuk mengkaji ulang pendapatnya sambil menelaah dengan kritis tawaran KHGT. Kita bersiap debat ini akan berlangsung 1, 2 atau bahkan 4, 5 dekade lagi sebelum akhirnya mereda seiring dengan proses penyempurnaan metode secara terus menerus dari masing-masing pihak

Oleh     :  Buroqi Tarich Siregar*

JERNIH– Tahun ini Muhammadiyah banyak mendapat kritik, untuk tidak mengatakan ejekan,  karena menetapkan 1 Ramadhan 1447 ber-dasarkan hilal di Alaska. Tahun ini Muhammadiyah mulai menerapkan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan sistem ini maka hilal di belahan bumi manapun menjadi dasar penetapan bulan baru. Dengan begitu, tahun ini Muhammadiyah mengawali puasa lebih awal dibanding ketetapan pemerintah dan pihak-pihak yang mengkritik KHGT.

Saat itu banyak yang mengkritik sikap Muhammadiyah yang merujuk hilal di Alaska sebagai dasar penetapan bulan baru. Salah satu kritik mengatakan Muhammadiyah mengabaikan konsep wilayatul hukmi (wilayah hukum) dalam penetapan bulan baru.

Ketika gerhana bulan terjadi pada 3 Maret 2026 sebagian orang abai bahwa gerhana tersebut terjadi pada tanggal 14 Ramadhan versi KHGT. Tetapi, jika dihitung menggunakan kalender non KHGT maka gerhana terjadi pada tanggal 13 Ramadhan.

Menurut Prof. Tono Saksono, data astronomi selama 300 tahun terakhir menunjukkan gerhana bulan tidak pernah terjadi pada hari ke-13 bulan lunar. Sekitar 40 persen terjadi pada tanggal 14, sekitar 40 persen lainnya terjadi pada tanggal 15 dan kurang dari 20 persenterjadi pada tanggal 16 bulan lunar.

Bagusnya pada saat itu Muhammadiyah tak heboh menggunakan tanggal terjadinya gerhana ini sebagai klaim keabsahan KHGT.

Idealnya, waktu gerhana dijadikan sebagai rujukan untuk secara kontinyu meningkatkan akurasi dan presisi kriteria baik bagi pengusung KHGT maupun dari pihak pengkritik KHGT. Bahkan upaya perbaikan ini mungkin pada akhirnya juga akan memperbaiki epistemologi, pemahaman dan tafsir atas teks agama soal penetapan bulan baru serta tak tertutup kemungkinan dalam soal soal lainnya.

Kalau sistem yang sekarang dikoreksi oleh peristiwa gerhana maka pantaslah evaluasi dilakukan.

Kembali ke soal hilal di Alaska, berbeda dengan garis penanggalan internasional (IDL, International Date Line) masehi yang ditetapkan secara arbitrer, IDL penanggalan lunar ditentukan oleh keberadaan bulan baru. Kemunculan bulan baru (hilal) menjadi penanda awal bulan sekaligus bergantinya hari yang berlaku di seluruh bumi. Jadi, yang menentukan adalah posisi bulan –di mana pun bulan baru terbit–, bukan posisi di bumi seperti garis bujur 0° yang ditetapkan sepihak oleh hegemoni kekuasaan.

Dalam Bahasa Inggris ada ungkapan, “Boys will be boys,” untuk menunjuk kepada orang yang gagal menjadi dewasa. Kita optimistis Muhammadiyah mafhum bahwa sebagian haters will be haters. Kita juga optimistis sebagian lainnya bisa bersikap terbuka untuk mengkaji ulang pendapatnya sambil menelaah dengan kritis tawaran KHGT. Kita bersiap debat ini akan berlangsung 1, 2 atau bahkan 4, 5 dekade lagi sebelum akhirnya mereda seiring dengan proses penyempurnaan metode secara terus menerus dari masing-masing pihak, baik pendukung KHGT maupun pengkritiknya. [ ]

*Sekjen Keluarga Alumni Masjid Salman ITB (KALAM Salman ITB).

Back to top button