
Perubahan iklim membuka jalan, tapi politik dunia membawa senjata. Membuat beberapa negara perlu mendirikan kawasan militer. Mengapa kawasan ini jadi sangat penting sekarang?
WWW.JERNIH.CO – Kawasan Arktik kini bukan lagi sekadar hamparan es yang sunyi. Saat ini, terdapat puluhan pangkalan militer aktif dan ratusan instalasi radar yang tersebar di kutub utara.
Pembangunan kekuatan militer di “atap dunia” ini sebenarnya telah dimulai sejak Perang Dunia II, sempat mereda setelah Perang Dingin usai, namun kembali memanas dalam sepuluh tahun terakhir. Akselerasi perubahan iklim dan agresi Rusia di Eropa telah memicu remiliterisasi besar-besaran di kawasan ini.
Peta Kekuatan Militer Negara-Negara Arktik
Rusia muncul sebagai pemain dominan dengan sekitar 30 hingga 40 fasilitas militer aktif. Konsentrasi kekuatan terbesar mereka berada di Semenanjung Kola, dekat perbatasan Norwegia dan Finlandia. Beberapa analis memperkirakan wilayah ini memiliki kekuatan tempur lebih besar dibandingkan tempat lain mana pun di bumi, mencakup armada kapal induk, kapal selam nuklir, hingga pesawat tempur canggih.

Di sisi lain, Amerika Serikat memusatkan kekuatannya di Alaska dengan sepuluh fasilitas domestik yang menampung jet tempur F-35 dan F-22, serta sistem rudal pencegat di Fort Greely.
Sementara itu, Greenland menjadi lokasi strategis bagi AS melalui Pangkalan Ruang Angkasa Pituffik (dahulu Thule), yang memiliki pelabuhan air dalam paling utara di dunia. Berdasarkan perjanjian tahun 1951 dengan Denmark, AS memiliki kebebasan penuh untuk memperluas kehadiran militer mereka di sana.
Kanada memiliki wilayah Arktik yang luas namun dengan kehadiran militer yang relatif minim dibandingkan tetangganya. Kanada hanya memiliki delapan situs militer aktif, dengan Alert sebagai fasilitas militer paling utara di dunia.
Sebaliknya, Norwegia, yang berbatasan langsung dengan Rusia, sangat aktif menjaga kedaulatannya dengan 15 fasilitas militer di wilayah Arktik yang relatif kecil guna memastikan tidak ada kekosongan kekuasaan yang bisa dimanfaatkan oleh Moskow.
BACA JUGA: Greenland Tegas Pilih Denmark, Tolak Ambisi AS atas Pulau Arktik
Mengapa Arktik Sangat Strategis dan Penting?
Meningkatnya ketegangan di Arktik bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang menjadikannya wilayah paling strategis di abad ke-21.
Pertama, faktor kekayaan sumber daya alam. Arktik menyimpan cadangan minyak dan gas alam cair (LNG) yang sangat besar, serta deposit mineral langka yang belum tereksploitasi. Seiring mencairnya es, akses terhadap kekayaan alam ini menjadi lebih mudah, memicu perebutan klaim wilayah antar negara.
Kedua, Arktik adalah jalur perdagangan baru (North Sea Route). Mencairnya es kutub membuka jalur pelayaran baru yang jauh lebih singkat antara Asia dan Eropa dibandingkan melalui Terusan Suez. Siapa pun yang menguasai jalur ini akan memiliki kontrol signifikan terhadap ekonomi global.

Lantaran secara geografis, jalur terpendek bagi rudal balistik antarbenua (ICBM) antara Rusia dan Amerika Utara adalah melewati Kutub Utara. Hal ini menjadikan Arktik lokasi krusial untuk penempatan radar peringatan dini dan sistem pertahanan rudal. Artinya area ini harus diwaspadai sebagai kawasan pertahanan global.
Terakhir bagi negara seperti Rusia, dominasi di Arktik adalah simbol kebangkitan kekuatan global mereka. Bagi NATO, kehadiran di Arktik adalah harga mati untuk membendung ekspansi pengaruh Rusia ke arah barat dan utara.(*)
BACA JUGA: Rusia Uji Rudal Hipersonik di Arktik






