Politeia

Unit Polisi Cerdas R001 Siaga di Jalan Raya Wuhu

Di Kota Wuhu, Tiongkok, petugas lalu lintas tak lagi hanya manusia. Unit Polisi Cerdas R001 kini resmi bertugas 24 jam di persimpangan jalan, mengubah lanskap kota menjadi realitas cyberpunk.

WWW.JERNIH.CO –  Bayangkan Anda sedang menyeberang jalan dan melihat sesosok petugas lalu lintas dari kejauhan. Namun, saat mendekat, Anda tidak menemukan napas manusia di balik seragam reflektif itu, melainkan kilauan logam dan sensor canggih.

Selamat datang di realitas cyberpunk terbaru Tiongkok. “Unit Polisi Cerdas R001” yang dikerahkan di Kota Wuhu sejak Januari lalu bukan sekadar pajangan; ini adalah titik balik di mana robot humanoid resmi meninggalkan lantai pabrik untuk mengatur denyut nadi jalan raya publik.

Kehadiran R001 yang dirancang oleh AiMOGA Robotics bukan bertujuan untuk gaya-gayaan atau sekadar aksi publisitas. Robot ini hadir sebagai solusi atas masalah perkotaan yang nyata.

Terintegrasi langsung dengan sistem sinyal lalu lintas kota, R001 mampu mendeteksi pelanggaran secara real-time melalui kamera definisi tinggi dan algoritma AI. Dari menegur pengendara sepeda yang salah jalur hingga memantau parkir liar selama 24 jam nonstop, robot ini menjadi “rekan kerja” yang tak kenal lelah.

Petugas manusia kini bisa terbebas dari tugas repetitif di bawah cuaca ekstrem dan fokus pada pengambilan keputusan yang lebih kompleks.

Apa yang terjadi di Wuhu sebenarnya adalah bagian dari pola besar yang sedang melanda kota-kota besar lainnya. Kita melihat gelombang mekanis yang terstruktur, antara lain Chengdu meluncurkan tim patroli robot pada Juni lalu. Kemudian Hangzhou mengintegrasikan unit lalu lintas AI pada Desember. Sementara  Shenzhen mengerahkan patroli humanoid untuk menjaga ketertiban selama masa liburan.

Langkah ini membuktikan bahwa teknologi robotika bukan lagi proyek laboratorium yang mahal, melainkan infrastruktur kota yang fungsional. AiMOGA sendiri telah mengirimkan sekitar 300 robot humanoid dan 1.000 robot berkaki empat sepanjang tahun 2025 ke lebih dari 30 negara. Strateginya jelas: membawa teknologi langsung ke skenario kehidupan nyata untuk mempercepat penyempurnaan sistem melalui data lapangan.

Di balik kecanggihan ini, ada kekuatan ekonomi yang masif. Dewan Negara Tiongkok memproyeksikan pasar kecerdasan buatan (AI) akan mencapai nilai Rp910 triliun pada tahun 2030, dan diperkirakan melonjak melampaui Rp2.270 triliun pada tahun 2035. Angka fantastis ini mencerminkan komitmen anggaran kota untuk mengubah wajah pelayanan publik secara total.

Menariknya, hambatan terbesar robotika—yaitu penerimaan sosial—tampaknya mulai terkikis. Alih-alih merasa terancam, warga di Wuhu justru antre untuk berswafoto dengan R001.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai terbiasa berdampingan dengan robot pekerja. Sebelum nantinya teknologi ini masuk ke wilayah domestik atau rumah tangga, ia lebih dulu membuktikan ketangguhannya di sektor publik yang berisiko tinggi. Perjalanan harian kita mungkin baru saja berubah menjadi cuplikan film fiksi ilmiah yang menjadi kenyataan.(*)

BACA JUGA: Honor Robot Phone Saat AI dan Robot Bekerjasama

Back to top button